21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Lagi-Lagi Kades di Tangkap, “Korupsi Dana Desa”

Pasarwajo-Timurmerdeka.com. Dana Desa (DD) yang telah di gelontorkan oleh pemerintahan Joko Widodo selama ini, tentu memiliki “ruh” yang luar biasa akan suksesnya Pembangunan Pedesaan. Tetapi, banyak oknum Kepala Desa (Kades) yang menyalahgunakannya bahkan terbilang berprilaku “Korupsi”. Ironinya oknum Kadesnya malah kabur hingga melintasi antar Provinsi. Sebagaimana yang dilakukan oknum Kades Kakenauwe Kecamatan La Salimu Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), ditangkap di salah satu Distrik Bahamdandara Kabupaten Fak-Fak Provinsi Papua Barat. Demikian dikatakan Kapolres Buton AKBP Andi Herman SIk, melalui presrealisnya dalam drama kisah penangkapan oknum kades tersebut belum lama ini.

Dalam keterangan Polisi tersebut, oknum Kades Tasman dalam pelariannya telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) beberapa bulan, karena menjadi Tersangkah kasus Korupsi DD, merugikan negara sebesar Rp 320 Juta Tahun Anggaran (TA) 2016 lalu.

Penangkap DPO itu, pihak Kepolisian Resort Buton, sempat mengalami kesulitan karena oknum Kades telah kabur, melarikan diri dari rumah kediamannya di Desa Kakenauwe Kecamatan Lasalimu. Berkat hasil kerja keras pihak kepolisian dibantu masyakat mengetahui kaburnya DPO tersebut.

Alkisah, Kamis (16/11) lalu, DPO berhasil ditangkap atas kerjasamanya dengan pihak TNI di Kampung Wapus Distrik Bahamdandara kabupaten Fak-Fak Provinsi Papua Barat.

Pihak kepolisian Resort Buton dalam kisah layaknya sebagai drama penangkapan oknum Kades itu, telah menugaskan 2 (dua) orang anggota, masing-masing, Brigadir Muh Marwan SH, dan Brigadir Njarah SH. Dalam pengejaran kedua anggota Polres Buton itu, tiba di Kota Fak-Fak 15 November 2017 sekitar Pukul 16.00 waktu setempat.

Sekitar Pukul 23.00 kedua anggota polisi, melakukan koordinasi dengan pihak Kodim 1706, yang di Komandoi Unit Intel Letda TNI Inf Zainuddin, serta dibantu 2 orang anggotanya; Serka La Iwan, dan Serka Ahmad Amiruddin.

Gabungan kedua petugas Negara itu, menuju kampung Kinam Distrik Bahamdandara jaraknya sekitar 150 km dari jantung Kota Fak-Fak dengan menggunakan mobil Pickup sekitar 3 jam lama perjalan.

Begitu tiba di Lokasi, langsung melakukan penyergapan tersangka DPO, dan ternyata oknum terduga korupsi Tasman, bersama dengan Istrinya Wa Emi, ketika ditangkap tanpa melakukan perlawanan pada petugas. Keduanya langsung dibawah kepolres Fak-Fak serta diminta keterangan.

Dalam kisah petugas Kepolisian, selain kasus ini menampakkan maraknya penyalagunaan Dana desa (DD), juga sepatutnya didalami secara intensif, karena, kasus yang sama, tidak menutup kemungkinan ada disekitar kita. Dan kerugian Negara sebagaimana hasil audit BPKP lebih kurang Rp 320 juta.

Karena itu, terduga korupsi DD Tasman dijerat dengan pasal 2 dan 3, Undang-Undang No 31. Tahun 1999, dan dirubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Korupsi, ancaman 4 tahun, dan maksimal 20 tahun penjara. Demikian pula istrinya, bisa dikenai dengan pasal 55 KUHP, ada dugaan bekerjasama dengan orang, atau melarikan diri, dan turut menikmati uang negara, ungkapnya. (Gin/Im).

%d blogger menyukai ini: