30 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Menyimak Serapan APBD Wakatobi Capainnya hanya 60 Persen

Kehadiran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pasca Ir Hugua (Bupati Wakatobi 2 periode), disesalkan banyak pihak. Pasalanya. Daerah ini sebelumnya telah masuk Pengembangan 10 Bali Baru.

Bagaimana kisahnya hingga capaian Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), hanya 60 persen saja.

Berikut hasil Investigasi Tim Timurmerdeka.com.

Laporan Ketua Tim : Gino Samsudin.

Serapan APBD Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hanya 60 persen saja pada tahun 2017 ini. Selain nampak mengalami kemunduran dalam memanfaatkan APBDnya, juga menyisahkan 1 bulan lagi tutup tahun. Jumlah serapan anggaran tersebut, merupakan suatu kinerja yang buruk. Hal ini dikatakan mantan Wakil Ketua DPRD Wakatobi dua periode La Ode Usman Baga SE kepada Timurmerdeka.com via ponselnya Senin belum lama ini.

Menurut Usman sapaan akrab mantan legislator Wakatobi, serapan APBD sesungguhnya ketika Wakatobi masuk pada 10 Bali besar pengembangan pariwisata, disana cukup banyak program yang belum terealisasi, dan ini karena keterlambatan Pemda melakukan lelang proyek.

“Sebagaimana schedule lelang dimasa Hugua, dilaksanakan pada awal bulan April. Dan ironinya di masa H Arhawi sebagai Bupatinya, terjadi kekeliruan, padahal dianggap normal menurut mereka, namun secara nasional itu ketidak becusan Pemda, dalam pembagian serapan anggarannya”, tandas Usman.

Selain itu, tambah Usman, lelang proyek dilakukan antara April – Mei dan Juni, kerjanya kapan…?. Itu pasti serapan APBD paling banyak hanya 60 persen. Karena itu, serapan anggaran belum maksimal dikarenakan rekanan kontraktor belum menarik dananya sesuai tahapan pembangunan proyek yang telah dikerjakan.

Informasi yang dihimpunnya, selain hanya mengandalkan uang muka atau modal kerja para rekanan, juga tidak adanya patron, rekanan kontraktor tidak fair yang kerja hanya kolegahnya saja.

Usman mencontohkan, Sekretariat Daerah, serapan anggaran hampir 60 pesen, tetapi belum ada pencairan. Padahal sebagaimana pengalaman dalam menjaga efisiensi anggaran, Kabag pembangunan Setda Wakatobi, sepantasnya harus menghimbau semua SKPD, segera kebut melaksanakan kegiatannya.

“Harapan saya para rekanan secepatnya meyelesaikan aktivitasnya agar dapat menarik anggaran paket yang dikerjakan. Kendati demikian meskipun Pemda Wakatobi masih meyakini serapan anggaran 2017 ini, akan mencapai 90 persen, juga semua proyek berjalan lancar tanpa adanya kasus”, ungkap Usman mengingatkan.

Senada dengan itu, mantan Kepala Bappeda Wakatobi ABD Manan, dikonfrimasikan via telepon selulernya, selain menyesalkan adanya kesulitan serapan APBD di Wakatobi, juga mengingatkan para pihak bisa memberikan ruang kepada Bupati. Artinya, Pemda Wakatobi, masih memiliki ruang melakukan pembenahan secara komprehensif, tandasnya. (****).

%d blogger menyukai ini: