21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Buronan Kajari Sorong, Ditangkap di Buton

Buton-Timurmerdeka.com. Sepandai pandainya tupai melompat, suatu ketika juga akan jatuh. Pepatah ini melukiskan seorang legislator Partai Amanah Nasional (PAN), yang terjerat korupsi, sempat Satu (1) tahun lamanya, menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) atau  buronan Kejaksaan Negeri Kota Sorong Provinsi Papua Barat.

Alkisah, oknum politisi legislator PAN Basirun SE, terjaring kasus korupsi Bantuan sosial (Bansos) pasar Rufei Kota Sorong Provinsi Papua Barat, dan telah memliki ketetapan hukum penjara 7 Tahun. Tertangkapnya Basirun SE di Desa Boneatiro Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Kamis (16/11), memperpanjang daftar legislator sebagai terpidana korupsi, demikian dikatakan Kajari Baubau Rasul Hamid, melalui Kasi Intel Ruslan kepada Wartawan di Baubau belum lama ini.

Oknum Legislator PAN Papua Barat Basirun SE yang menjadi DPO Kejari Sorong selama kurang lebih setahun dipelarianya itu, ketika ditangkap, Ia hanya pasrah menyerahkan diri tanpa melakukan perlawanan. Dan hanya semalam dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kejari Baubau.

“Basirun SE, DPO Kejari sorong ditangkap tanpa perlawanan di Desa Boneatiro, pada Kamis 16 November 2017”, papar Ruslan.

Ruslan menambahkan, Jumat (17/11), tepat Pukul 06.10 Wita, sesuai putusan Pengadilan Negeri Sorong, terpidana 7 tahun penjara itu, esoknya harinya Jumat (17/11), langsung diterbangkan ke Sorong dengan menggunakan pesawat Wings Air melalui Bandara Betoambari Kota Baubau.

“Terpidana korupsi dikeluarkan dari rutan, dengan pengawalan dua orang Jaksa Kejari Sorong dan satu anggota Polres sorong, Subuh Pukul 05.00 Wita. Selanjutnya dibawah ke Bandara Betoambari Baubau, diterbangkan ke Kota Sorong”, ungkap Ruslan mengakhiri komentarnya. (Gin/Nur).

%d blogger menyukai ini: