25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Viral, Asnur dan Diva, Remaja di Bawah Umur asal Parepare Resmi Menikah

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Asnur Azis (16), warga Lanyer, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, akhirnya mempersunting kekasihnya Diva Almagvira (14), warga Kabupaten Sidrap, di Sidrap.

Foto-foto pasangan pengantin yang masih berusia belia ini pun viral di media sosial di Sulawesi Selatan.

Nurdiana, ibu dari mempelai pria mengungkapkan, anaknya pernah menyampaikan niatnya untuk menikahi Diva.

Namun, pihak keluarga tidak setuju, karena umurnya masih belia. Setelah pengakuan itu, orangtua kedua belah pihak melarang hubungan mereka.

“Anak saya pernah mengutarakan niatnya, namun karena ia masih anak-anak, jadi kami kedua belah pihak tidak setuju. Kami bahkan sempat melarang mereka ketemu, namun keduanya nekat pergi dari rumah selama sepekan. Karena itulah kami membujuknya untuk pulang dan segera menikah secara resmi,” kata Nurdiana, Senin (4/3/2019).


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Anur dan Diva saat duduk dikursi Pelaminan di Kabupaten Sidrap, Senin lalu Istimewa

Asnur dan Diva menikah di Lainungeng Kabupaten Sidrap, di rumah Diva. Karena melihat ada warganya menikah di bawah umur, Pemerintah Kecamatan Bacukiki, bersama aparat terkait, serta Ketua KUA Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, sehari setelah pernikahan mendatangi rumah ibu Asnur.

“Bersama aparat terkait dan Ketua KUA Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, kami mendatangi pihak keluarga yang kebetulan kedua mempelai ada di rumah orangtuanya. Kami kaget juga melihat ada warga kami yang menikah di bawah umur. Ternyata acara pernikahan berlangsung di kabupaten lain,” kata Camat Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Iskanda Nusu, saat mengunjungi warganya.

Sementara itu, Kapala KUA Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Amir Said menyatakan, tidak menyetujui pernikahan itu terjadi. Namun, karena pernikahannya di luar Kota Parepare, ia tak bisa berbuat banyak.

“Pada dasarnya kami dari KUA tidak menyetujui adanya pernikahan di bawah umur, karena melanggar peraturan, namun dari pihak orangtua tadi mengaku jika ada hal yang harus membuat ia menikahkan anaknya,” kata Amir Said.

Kebiasan menikah sejak dini pada Suku Bugis Makassar, memang kerap terjadi karena adat.

Namun, di Parepare, pernikahan usia dini tidak diharuskan karena tidak ada adat yang mengatur, terlebih melanggar undang-undang.

Penulis: Kontributor Pinrang, Suddin Syamsuddin

Editor: Robertus Belarminus

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: