25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Berita ini diberdayakan untuk rmco,id


Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. (Foto: google)

RMco.id Rakyat Merdeka – Langkah Amien Rais yang menyerang Komisi Pemilihan Umum (KPU) dilawan Hasto Kristiyanto. Sekjen PDIP itu menyebut, Amien melakukan upaya yang berbahaya: mendelegitimasi KPU. Hasto juga ngeledek Amien soal pencalegan anaknya.

Hal ini disampaikan Hasto di sela-sela rangkaian agenda Safari Kebangsaan PDIP di Kantor DPC PDIP Lampung Tengah, Lampung, Jumat (1/3) malam.

Hasto mengkritik langkah Ketua Dewan Kehormatan PAN itu yang datang ke KPU, dan menyebut akan terjadi kecurangan dalam Pemilu 2019. Menurut dia, dengan mengatakan itu, Amien berupaya mendelegitimasi KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu. “Bapak Amien Rais melakukan upaya yang sangat berbahaya disampaikan oleh seorang tokoh,” kritiknya.

Hasto menegaskan, sejak dahulu, PDIP merupakan partai yang paling getol mendesak perbaikan daftar pemilih tetap dalam pemilu. Partai banteng moncong putih juga vokal meminta penyelenggara pemilu dan alat negara bersikap netral.

Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu disebut Hasto punya pengalaman buruk di masa lalu. Terutama pada tahun 2004-2009. “Karena itu ketika kita berada dalam kekuasaan pemerintahan, kita tidak ingin menggunakan cara-cara yang tidak benar,” tegasnya.

Dia juga menegaskan, partainya tak akan menggunakan cara-cara kotor seperti di era Orde Baru yang mereka kritisi. Salah satunya, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme alias KKN. Karena itu mereka tak memperbolehkan adanya nepotisme dalam pengelolaan daftar caleg.

Aturan itu membatasi maksimal hanya dua orang dari satu keluarga yang boleh menjadi caleg. Itu pun tak boleh dalam satu tingkatan di dapil yang sama.

Hasto kemudian menyindir Amien, yang keempat anaknya menjadi calon legislatif. “Ada yang mengaku tokoh reformasi, yang dulu getol tolak nepotisme. Eh sekarang empat anaknya menjadi caleg di partainya tersebut. Nepotisme dia langgengkan, maka dia dukung Prabowo-Sandiaga,” sindirnya.

Hasto juga menyindir soal lahan yang dibagi-bagikan Presiden RI ke 2 Soeharto kepada kroni dan menantunya. Imbasnya, terjadi konflik agraria hingga kini. Presiden Jokowi, kata Hasto, kini mulai membenahinya.

Serangan Amien dilakukan saat mengikuti aksi Apel Siaga Umat bersama Forum Umat Islam (FUI) di depan kantor KPU, Jumat (1/3) siang. Ketua Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga itu membeberkan sejumlah indikasi kecurangan pemilu. Di antaranya masih banyaknya daftar pemilih tetap (DPT) ganda. Jumlahnya disebut 31 juta. Indikasi kecurangan lain adanya ribuan e-KTP yang dibuang.

Amien mengingatkan bakal ada perang apabila terjadi kecurangan dalam Pilpres 2019. “Jangan pernah menyalahkan kalau kita akan melakukan aksi-aksi politik. Bukan perang total ala Moeldoko. Bukan. Tapi kita perang politik,” ancamnya.

Dia kemudian mendesak dilakukannya audit forensik terhadap IT KPU. Jika hasil audit forensik mencurigakan, Prabowo-Sandi disebutnya bakal mundur. “Kalau nggak mau berarti memang ada niat curang ya,” selorohnya. [OKT]

%d blogger menyukai ini: