25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Hadapi Pilgub Jatim, Gerindra Rumuskan Langkah Strategis Menangkan Pertarungan

Surabaya,TimurMerdeka.com -Tampilnya pasangan Cagub dan Cawagub Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, sontak membuat partai Gerindra ketar-ketir. Pasalnya sebelumnya, Emil Dardak yang saat ini menjabat bupati Trenggalek itu, sempat ditawari menjadi Calon Gubernur melalui Partai Gerindra.

Meski begitu, partai pimpinan Prabowo Subinto itu, tak mau kehilangan akal. Sekarang ini, para petinggi Gerindra baik di pusat maupun di Jawa Timur, mulai menyusun langkah strategis untuk memenangkan pertarungan di Pilgub Jatim 2018 mendatang, pasca Emil Dardak menerima pinangan untuk mendampingi  Khofifah sebagai Cawagub.

Foto kemesraan Emil Dardak bersama Khofifah Indar Parawansa (KIP) dan petinggi Partai Demokrat pada Selasa, 21 November 2017 yang menjadi viral di media soaial (medsos), sudah dipastikan bahwa  Emil menerima pinangan KIP sebagai cawagub dalam kancah pilgub Jatim 2018. Apalagi Ketua Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo telah menegaskan pasangan Khofifah-Emil sudah final.

Hendro Tri Subiantoro, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, saat dimintai tanggapannya, mengakui  Gerindra pernah menawarkan tempat terhormat pada Emil Dardak untuk menjadi Cagub Poros Emas. Tujuannya untuk memberi alternatif pilihan yang lebih variatif dan kompetitif pada rakyat Jatim.

Namun, jika pada akhirnya Emil lebih memilih sebagai Cawagub dan bukan Cagub, itu adalah sikap dan pilihan politiknya, setelah diantara kami tidak ada kecocokan visi dan misi dalam membangun Jawa Timur.

Karena itu, kata Hendro, Gerindra tidak menyesal atas pilihan politik Emil sebab setidaknya Gerindra telah memberikan tawaran dukungan kepada Emil untuk menjadi cagub.  “Gerindra akan selalu berusaha melahirkan pemimpin-pemimpin visioner, punya elan vital, yang punya keberanian untuk mandiri dari tekanan politik dan beban permusuhan politik masa lalu,”tandasnya, malam tad.

Tidak ada kesepakatan  antara Emil dan Gerindra, tidak akan mempengaruhi komitmen Gerindra dalam melakukan pendidikan politik pada rakyat,  tentang bagaimana menjadi pemenang yang sesungguhnya, “Gerindra akan segera merumuskan langkah yang   lebih besar dan strategis terkait Pilgub Jatim, karena setelah ini,  justru Gerindra lah yang akan menjadi penentu kemenangan,”ujarnya.

Saat ini Partai Gerindra masih tetap gencar mensosialisasikan H. La Nyalla Mattalitti sebagai calon gubernur Jawa Timur periode 2018-2023.

Meski Emil Dardak telah berpindah ke lain hati, tapi masih banyak tokoh Jatim yang pantas menjadi cagub maupun cawagub yang akan berpasangan dengan La Nyalla Mattalitti. Mereka diantaranya Suyoto yang saat ini menjabat bupati Bojonegoro sudah dua periode. Dia juga memiliki banyak prestasi memimpin Bojonegoro, baik nasional maupun internasional. Basis massanya jelas, dia kader PAN dan orangnya lowprofile. Juga dekat dengan rakyat, terutama di Bojonegoro. Selain itu, tokoh Jatim diluar partai, baik dari akademisi maupun tokoh agama, masih cukup banyak di Jawa Timur maupun di Jakarta.HM

%d blogger menyukai ini: