29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Presiden Joko Widodo berada atas panggung usai jalan santai bersama dengan warga di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/3/2019). Jalan santai tersebut diikuti masyarakat dari 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. ANTARA FOTO/Jojon/pras.

Presiden Pancang Patok Batas Tanah di Kendari

Berita ini diberdayakan untuk beritasatu.com

Presiden Joko Widodo berada atas panggung usai jalan santai bersama dengan warga di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/3/2019). Jalan santai tersebut diikuti masyarakat dari 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. ANTARA FOTO/Jojon/pras.

Presiden Jokowi melakukan pemancangan patok batas tanah milik warga di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

/ YUD Sabtu, 2 Maret 2019 | 15:53 WIB
Kendari, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pemancangan patok batas tanah milik warga di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai syarat warga mendapatkan sertifikat hak atas tanah yang dikeluarkan Badan Pertahanan Nasional (BPN).

Pencanangan patok batas tanah yang dilakukan kepala negara itu dilakukan sesaat sebelum menyerahkan 2.000 sertifikat tanah milik warga dari tiga kabupaten kota di Sultra yang dipusatkan di gedung Gelanggang Olahraga (GOR) Kendari, yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari tempat pemancangan patok batas tanah di Kendari, Sabtu (2/3/2019).

Presiden didampingi Ibu Negara Ny Iriana Joko Widodo dan Gubernur Sultra Ali Mazi beserta istri Ny Agisti Ariani serta Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir dan beberapa menteri kabinet kerja di antaranya Mentan Andi Amran Suleman dan Meneteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Sekjen Kemneterian BPN itu mengharapkan bahwa dengan pencanangan patok batas tanah milik warga diharapakan program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yang dilakukan Kementerian Agraria bisa terwujud sesuai dengan target.

Gubernur Sultra Ali Mazi saat mengawali sambutan sebelum Presiden Jokowi mencanangkan patok batas tanah milik warga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada kepala negara yang telah datang memenuhi undangan masyarakat Sultra, khususnya warga Kota Kendari dalam kegiatan yang dinilai sangat istimewa itu.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tenggara menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan YME atas kehadiran Presiden Jokowi, yang kami tahu memiliki kesibukan begitu padat namun masih sempat datang bersilaturrahmi dengan masyarakat di Kota Kendari,” ujarnya.

Untuk diketahui pencanangan patok batas tanah milk warga di kelurahan Bende itu sebanyak lima orang atas nama Andul Kadir, Harmawati K, Andi Aulia, Sapriani Iskandar dan Akbar Tarman denmgan luas yang menjadi sasaran pencanangan itu hamir 10.000 meter bujur sangkar.

“Jadi luasan tanah yang masuk dalam pencanangan patok oleh Presiden itu hampir satu hektare yang dimiliki lima orang pemilik,” kata Kepala BPN Kota Kendari, Irwan Idrus.

Ia mengatakan, program PTSL yang merupakan salah satu progran Nawacita Presiden Jokowi itu, untuk di Kota Kendari dari taget lebih 100 ribu bidang tanah, yang sudah mendapat pengakuan hak dari negara sudah mencapai 75 persen dan masih ada sekitar 30 persen dari total bidang tanah itu belum selesai.

“Kita targetkan sebelum 2024 seluruh tanah yang belum memiliki hak kepemilikan itu sudah harus selesai di tahun itu,” kata Irwan.

Hingga berita ini diturunkan, kepala negara masih memiliki satu agenda yakni akan menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada warga dari tiga kabupaten, kota Kendari, Konawe dan Konawe Selatan, sebelum bertolak kembali Kejakarta pada sore ini.

%d blogger menyukai ini: