26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Jokowi ke Masyarakat: Pinjaman KUR Harus Dibayar, Diangsur Secara Disiplin

Berita ini diberdayakan untuk merdeka.com

Rabu, 27 Februari 2019 19:29
Reporter : Wilfridus Setu Embu


Jokowi di Pondok Pesantren Miftahul Huda. ©2019 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta masyarakat yang memanfaatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat alias KUR untuk disiplin dalam memenuhi kewajiban membayar angsuran.

Hal ini dia sampaikan dalam acara Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Ketahanan pangan dan aksi ekonomi untuk rakyat di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kecamatan Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Rabu (27/2).

“Yang namanya minjem itu harus bayar. Pinjam harus ngangsur (membayar angsuran), disiplin,” tegas dia.

Mantan Walikota Solo ini mengatakan bahwa jika masyarakat tertib mengangsur, hal itu akan memberikan kepercayaan bagi pihak untuk kembali memberikan kredit.

“Kalau disiplin namanya baik, bisa naik. Saya titip, kalau pinjam KUR. Bunganya berapa sih? 7 persen setahun. Bukan sebulan. Kalau bukan KUR nggak segitu. Ini KUR karena disubsidi pemerintah,” jelas dia.

Jokowi juga mengingatkan agar uang pinjaman benar-benar dipakai sesuai peruntukannya, yakni untuk mengembangkan usaha. “Misalnya dari bank dapat (pinjaman) Rp 30 juta. Senangkan dari dari bank bawa pulang. Malamnya kan mikir. Besoknya pergi ke dealer sepeda motor. Hati-hati kebiasaan kita. Yang namanya uang pinjaman itu hati-hati. Harus dikembalikan, diangsur, dicicil,” ungkapnya.

Dia meminta masyarakat untuk mampu membuat skala prioritas dalam penggunaan uang pinjaman. Sebab jika salah digunakan tentu akan membawa kerugian bagi diri sendiri. “Jangan sampai pulang naik sepeda motor, gagah. Padahal sepeda motornya masih nyicil KUR-nya juga nyicil ke bank,” kata dia.

“Paling-paling muter-muter, gagah, muter kampung, muter desa itu cuma 6 bulan. Nggak bisa nyicil ke dealer, nggak bisa nyicil ke bank, motornya ditarik, KUR-nya juga diambil asetnya. Hati-hati, hati-hati,” tandasnya. [idr]

%d blogger menyukai ini: