28 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Hadirman: AEA Pelaku Pembunuhaan Ketua DPRD Kolut, “Diminta di hukum Mati”

Kendari-Timurmerdeka.com. Pembunuh ketua DPRD Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Musakkir Sarira (korban), pihak keluarga meminta pihak yang berwewenang, agar menghukum mati tersangkanya Andi Erni Astuti (AEA) juga istri korban. Hal ini dikatakan Kakak Kandung Korban Hadirman kepada timurmerdeka.com di Kendari belum lama ini.

Dalam rekonstruksi pembunuhan Almarhum ketua DPRD di Kolaka Utara (Kolut) tepatnya dirumah jabatan koban, keluarga protes keras, karena tidak diizinkan masuk kedalam lokasi rekonstruksi. Seusai proses rekonstruksi, kakak kandung korban, Hadirman mengaku, pembunuhan ini, sudah cukup lama direncanakan oleh pelaku AEA.

Hal ini dipaparkan, karena beberapa tahun lalu, setiap kali AEA cekcok dengan almarhum Ketua DPRD Musakkir, selalu mengancam akan membunuhnya.

”Dia tersangka (AEA) selalu bilang, akan membunuh Musakkir, bilamana kami keluarga peringati, atau tengahi, ketika mereka cekcok, AEA selalu melawan terhadap kami”, ujar kakak kandung korban.

Dalam keterangan Hadirman, Rabu 25 Oktober 2017 (medio inilahsultra). Kejahatan AEA Tidak hanya itu, almarhum juga perna beberapa kali dianiaya di hadapannya. Dan bahkan perna dilempar asbak rokok oleh hingga bagian dari tubuh Almahum robek dan mengeluarkan darah segar yang banyak.

“Bilamana mereka (AEA dan Musakkir-red) Cecok, sebagai keluarga saya tegur AEA dengan baik-baik, karena bagaimanapun Musakkir adalah pejabat publik, AEA yang juga Istri korban, malah balik, melarang saya, dan mengatakan, jangan mencampuri urusan keluarganya”, kesal Haidirman.

Mengenai kasus penikaman yang sadis itu, kakakku Musakkir tidak ada niat untuk melawan pelaku AEA. Sebab, kalau saja ada perlawanan, tidak akan mungkin terluka dan juga tidak sempat menangkis tikaman beruntun dari AEA. Untuk itu,

Hadirman juga meminta kepada aparat penegak hukum agar memberikan tindakkan tegas, karena AEA sebagai tersangkanya selain tidak menampakkan penyesalannya, juga terkesan sadis. Sehingga keluarga minta dihukum mati.

“Menurut saya hukuman mati untuk AEA, sangat pantas, karena selama ini, orang luar itu, hanya menilai Mussakir yang bersalah. Kami keluarga meminta AEA dihukum tegas, dan segera diproses pemecatannya dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). Orang luar itu, selama ini hanya tahu luarnya saja”, ungkap Hadirman mengakhiri penyesalannya.  (Gin/Arm/ins).

%d blogger menyukai ini: