22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Melirik Penerapan Hingga Berkurangnya DBD Di Wilayah Kesehatan Bombana

Melirik kegiatan penerapan dan aktivitas kesehatan di wilayah Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tampak terasa legah. Pasalnya. Dari hari-kehari penyakit Demam Berdarah Dingue (DBD) berkurang secara drastis. Padahal sebelumnya di Unit Gawat Darurat (UGD) cukup banyak pasien yang mendapat perawatan.

Nah, bagaimana Kondisi kesehatan di wilayah Pemda Bombana Saat ini.

  Berikut Laporan Tim Investigasi, Timurmerdeka.com.

Laporan: Gino Samsudin Misab.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana Sultra, dibidang kesehatan selain terus menghimbau warganya, agar waspada terhadap gejala penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama mendekati musim penghujan mendatang.

“Dengan banyaknya kasus DBD beberapa tahun lalu, terhitung ratusan orang korbannya. Sedangkan diare cukup tinggi mencapai 89 orang. Akan tetapi dengan terus adanya sosialisasi maka terus berkurang”, kata Kepala dinas kesehatan dan Keluarga Berencana dr Sunandar  MKes, di Bombana belum lama ini.

Ia menyatakan, seluruh Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tidak lagi merawat penderita DBD dan Diare. Padahal, sebelumnya didominasi anak-anak dibawah umur. Karena itu, pihaknya menghimbau menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan imunisasi.

Sunandar kembali menegaskan, masyarakat harus mewaspadai dua penyakit yang biasa menyerang masyarakat terutama Diare, dan Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA). “Seperti pengalaman tahun lalu, memasuki akhir tahun, penderita diare, dan ISPA meningkat baik yang dirawat di Puskesmas, maupun di RSUD”, katanya.

Ia berharap warganya memperhatikan makanan dan minuman, serta selalu menggunakan pengamanan masker di saat beraktivitas diluar rumah. Dalam pencegahan wabah DBD dan diare, petugas Dinkes bilamana ada terkena DBD, maka selain mengkarantine wilayah itu, juga melakukan Fogging (pengasapan) secara masal.

Sebagaimana yang telah dilakukan di Ibukota kabupaten hingga beberapa kecamatan, diwialayah Poleang, Kabaena. Selain itu, diutamakan Penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan 3 M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) Sehingga jentik-jentik nyamuk tidak bisa berkembang di Bombana. (*****).

%d blogger menyukai ini: