26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Menelusuri Ancaman Radiasi Nuklir, “RPM Kita Hanya Ada 6”

Existensi  Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (Bapeten) di Indonesia, merupakan wujud kesetaraan negara-negara didunia. Karena itu, untuk  mengantisipasi adanya radiasi nuklir di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tentu saja Bapeten sangat berperan, terutama menilai ancaman masuknya potensi radiasi nuklir di negara tercinta Indonesia.

Bagaimana penelusuran timurmerdeka.com.

Berikut hasil Investigasinya.

Laporan Ketua Tim: Gino Samsudin Mirsab.

Ancaman Radiasi Nuklir tentu saja berbahaya, bilamana tidak segera diantisipasi. Melihat luasnya pintu masuk kenegara kita, tentu saja dari 172 pintu masuk di pelabuhan maupun bandara di Indonesia, akan dengan mudah kecolongan karena tanpa adanya Radiation Portal Monitoring (RPM). Padahal yang dimiliki negara kita, hanya ada 6 RPM saja.

Ironinya, dari 6 (enam) RPM itu, hanya ada di Pelabuhan Bitung (Sulawesi Utara), Soekarno-Hatta (Makassar), Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Batu Ampar (Batam), dan Tanjung Emas (Semarang). Demikian dipaparkan Kepala Bapeten Jazi Eko Istiyanto dalam komprensi di Jakarta belum lama ini.

Ditegaskan Kepala Bapeten, kebutuhan RPM, sangat mendesak ditengah ancaman terorisme yang menguat dewasa ini. Seharusnya Negara kita Indonesia, membutuhkan peningkatan keamanan terhadap potensi penggunaan nuklir oleh terorisme. “Ancaman Nuklir itu nyata sebagaimana yang telah terjadi di Bandung belum lama ini”, kata Jazi.

Sebagaimana contoh nyata ancaman radiasi nuklir adalah kejadian “bom” di Bandung. Dalam kasus itu, pelaku memanfaatkan kos lampu petromax (Strongkeng) yang mengandung zat radioaktif thorium. “Sesungguhnya ancaman nuklir di Bandung itu, kadarnya sangat kecil, namun ini menjadi kewajiban kita, untuk menjadi waspada, karena mereka (teroris), pasti akan terus belajar,” katanya.

Melihat kondisi itu Jazi menambahkan, sebagaimana infrastruktur keamanan nuklir nasional, selain perlu dibangunnya RPM, juga perangkat lunak peraturan perundang-undangan, koordinasi, dan kerjasama antar institusi pemerintah terkait.

Oleh karena itu, kerjasama regional maupun internasional, pengadaan peralatan dan fasilitas, Sumber Daya Manusia (SDM) guna melakukan pencegahan, serta deteksi atau penanggulangannya.

Jazi mengingatkan, keamanan dari potensi bahaya radiasi nuklir itu, Presiden Ir H Joko Widodo, telah perintahkan agar ada pemasangan RPM diseluruh pintu masuk maupun keluar diwilayah NKRI. Karena peningkatan keamanan, membutuhkan sgtrategi dan program, peningkatan kemampuan, kompetensi SDM dibidang keamanan nuklir, bila perlu adakan pertukaran data dan informasi dibidang keamanan nuklir.

Sementara itu, Deputi Perizinan dan Inspeksi Bapeten Khoirul Huda, menambahkan, sebagaimana dalam kasus petromax di Bandung, tidak cukup pemerintah melakukan pembatasan produksi kaos lampu petromax, melainkan juga ada langkah konkrit guna mengantisipasi bahaya Radiasi Nuklir itu.

“Pada dasarnya kebutuhan lampu petromax, juga makin kecil penggunanya dimasyarakat kita, sehingga bilamana tidak ada langkah konkrit, tentu saja itu akan merugikan dan membahaya negara kita”, tegas Khoirul Huda.

Dia juga menyebutkan, adanya kasus “Bandung”, selain merupakan pembelajaran dan kajian kita secara khusus, bagi bangsa kita, pelaku memang sengaja membuat bom dengan memanfaatkan potensi radiasi, atau bisa jadi bukan unsur kesengajaannya.

Sebagai seorang pejabat, Deputi perizinan dan Inspeksi Bapeten, menekankan potensi penyalahgunaan materi radio aktif, seharusnya pemerintah segera memasang RPM diseluruh pintu masuk dan keluar di wilayah NKRI.

Dengan adanya pemasangan RPM, dipintu masuk maupun keluar selain merupakapan langkah konkrit antisipasi adanya bahaya radiasi nuklir, juga perlu diingatkan, bahwa banyak negara telah mewajibkan barang impor melewati RPM terlebih dahulu, sebelum masuk kenegaranya. Sehingga Indonesia yang maha luas wilayahnya ini, sepantasnya segera diadakan RPM, ungkap Khoirul Huda mengakhiri komentarnya. (Penulis: Redaktur Pelaksana Timurmerdeka.com).

%d blogger menyukai ini: