27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Presiden Trump Akhiri Shutdown Terpanjang Dalam Sejarah AS

Berita ini diberdayakan untuk merdeka.com

Reporter : Merdeka


Jurnalis CNN Jim Acosta debat dengan Trump. ©2018 REUTERS/Jonathan Ernst

Merdeka.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setuju mengakhiri penutupan sebagian pemerintahan atau shutdown. Dia setuju membuka penutupan pemerintahan AS tanpa mendapatkan dana yang diminta dari kongres untuk tembok perbatasan.

Dalam jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga AS menyalahkan Presiden Trump atas penutupan pemerintahan AS yang menyakitkan, terpanjang dalam sejarah AS yang sudah berlangsung selama 35 hari. Presiden Trump merangkul jalan keluar dari krisis yang didorong oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Nancy Pelosi selama berminggu-minggu.

Akan tetapi, Presiden Trump berjanji penutupan akan dilanjutkan pada 15 Februari jika dia tidak puas dengan hasil pembicaraan keamanan di perbatasan atau dia akan mengumumkan keadaan darurat nasional untuk mendapatkan uang pembangunan tembok. Demikian mengutip laman Reuters, Sabtu (26/1).

Dengan efek penutupan yang meluas, Senat yang dipimpin Partai Republik dengan suara bulat menyetujui untuk melewati ukuran pengeluaran sementara waktu untuk mendanai banyak lembaga.

Penutupan pemerintahan AS yang mengadu Pelosi dengan Presiden Trump merupakan ujian pertama Pelosi sejak mengambil alih jabatan itu pada tiga minggu lalu. Dia mendapat pujian dari rekan Demokrat karena apa yang dikatakan merupakan maneuver presiden.

Setelah Presiden Trump mengumumkan perjanjian itu, Senat Partai Demokrat Chuck Schumer berharap pengalaman itu akan menjadi pelajaran yang dipetik untuk Presiden Trump dan partainya. Sebelumnya Donald Trump ingin dana untuk membantu membayar pembangunan tembok. Ini salah satu janji kampanyenya. Namun, partai Demokrat memblokirnya.

Sumber Reuters menyatakan, penegak hukum tidak mampu melakukan pekerjaannya dengan kapasitas penuh hingga akhirnya meyakinkan Trump untuk menyetujui solusi jangka pendek membuka kembali pemerintahan.

Pejabat itu mengatakan, Gedung Putih pada akhirnya akan menerima kesepakatan dengan anggota parlemen jika itu termasuk pendanaan tembok, dan kurang dari USD 5,7 miliar. Perjanjian tersebut mensyaratkan bagian dalam tanda tangan DPR, Senat dan Trump.

“Kami benar-benar tidak punya pilihan selain membangun tembok atau penghalang baja yang kuat,” ujar Presiden Trump.

“Jika kita tidak mendapatkan kesepakatan yang adil dari kongres, pemerintah akan tutup pada 15 Februari lagi, dan saya akan menggunakan kekuatan yang diberikan kepada saya berdasarkan undang-undang dan konstitusi AS untuk mengatasi keadaan darurat ini,” dia menambahkan.

Reporter: Agustina Melani

Sumber: Liputan6

%d blogger menyukai ini: