22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Gara-Gara Shutdown, Trump ‘Ribut’ dengan Pelosi

Berita ini diberdayakan untuk republika.co.id

Perselisihan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Ketua House of Representative atau DPR AS Nancy Pelosi kembali memanas. Usai Pelosi meminta Trump menunda pidato kenegaraan, kini giliran sang presiden yang melarang Pelosi melakukan kunjungan ke luar negeri.

Keduanya mulai menyerang kepentingan masing-masing. Trump mengirimkan sebuah surat ke Pelosi ketika perempuan itu dan sejumlah anggota legislatif lainnya hendak berangkat menuju Afghanistan dan Brussel.

Trump meminta Pelosi tetap berada di Washington untuk menegosiasikan anggaran tembok perbatasan dengan Meksiko yang menjadi penyebab terjadinya shutdown.

“Jelas, jika Anda ingin melakukan perjalanan Anda dengan maskapai komersial, itu hak prerogratif Anda,” tulis Trump dalam suratnya kepada Pelosi, Jumat (18/1).

Sebelumnya Pelosi meminta Trump menunda pidato kenegaraan di Kongres yang akan rencananya akan dilakukan pada 29 Januari mendatang. Kini Trump membalasnya dengan tidak memberikan pesawat militer ke Pelosi yang berkunjung ke negara rawan konflik. Hal sangat jarang pemerintah menolak memberikan pesawat militer kepada anggota legislatif yang mengunjungi wilayah konflik.

Perseteruan antara Trump dan Pelosi ini menunjukan betapa pemerintahan AS mengalami krisis politik yang sangat dalam. Hal tersebut membuat ratusan ribu pekerja pemerintahan federal AS bekerja tanpa bayaran.


© Reuters Donald Trump

Juru bicara Pelosi, Drew Hammil mengatakan ketua House of Representative, berencana mengujungi pekerja AS di Afghanistan dan Brussel untuk mengucapkan terimakasih atas kerja mereka menjaga keamanan nasional dan melakukan kerja intelijen AS.

Hammil mengatakan, Trump melakukan perjalanan ke Irak selama shutdown dan anggota Kongres dari partai Republik juga melakukan perjalanan yang sama.

Langkah Trump ini menunjukan bagaimana ia menggunakan sumber daya pemerintah AS demi kepentingan politiknya. Sebelumnya Trump secara terbuka meminta Departemen Kehakiman untuk melakukan penyelidikan terhadap lawan-lawan politiknya dan mengancam akan memotong bantuan luar negeri ke Puerto Rico.

Tidak hanya oposisi tapi orang-orang di sekitar Trump juga mulai frustasi dengan tingkah presiden AS ke-45 itu. Seperti senator dari partai Republik Lindsay Graham yang sebelumnya selalu mendukung kebijakan-kebijakan Trump.

Graham mengatakan apa yang dilakukan Pelosi dengan meminta Trump menunda pidato kenegaraan sebagai sesuatu yang ‘tidak bertanggung jawab dan sangat politis’. Tapi juga mengatakan reaksi Trump terhadap hal itu juga ‘tidak pantas’.

Sementara itu ada sedikit tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi shutdown. Wakil Presiden AS Mike Pence dan penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner mendatangi Capitol Hill untuk bertemu dengan ketua Senat dari partai Republik Mitch McConnell.

Kementerian Luar Negeri AS juga sudah menginstruksikan semua diplomat untuk mulai kembali kerja karena mereka sudah mendapatkan dana untuk membayar kembali para diplomat setidaknya untuk sementara waktu.(Teguh Firmansyah)

%d blogger menyukai ini: