27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

SBY Kembali Mengancam Pemerintahan, Bukan “Gertak Sambal”

Jakarta-Timurmerdeka.com.  Ancaman Susilo Bambang Yudhoyono, kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo, tentang revisi Undang-Undang (UU) Organisasi Masyarakat (Ormas) pada istagramnya di You Tube Demokrat TV,  bukan “gertak sambal”. Pasalnya.  UU Ormas setelah Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 tahun 2017 itu, meskipun telah di syahkan pada paripurna DPR beberapa waktu lalu.

“Bagaimana kalau pemerintah ingkar janji, bagaimana kalau demokrat sudah setuju tapi dengan catatan dilakukan revisi. Tiba-tiba pemerintah tidak melakukan revisi, ingkar janji,” ujar SBY dalam intagramnya.

“Saya sebagai ketua umum Partai demokrat dengan tegas, saya sampaikan kalau itu terjadi Partai Demokrat akan mengeluar petisi politik”, katanya.

Petisi  politik ini, nantinya berisi pernyataan tidak ketidak percayaan terhadap pemerintah. Pemerintah dianggap terlalu mudah mengingkari janjinya. Sehingga SBY anggap tak bisa lagi dipercaya.

“Bagaimana mungkin kita percaya pada pemerintah kalau tidak jujur dan mudah sekali berbohong, ingkar janji termasuk perbuatan tercela,” tegas SBY.

Dalam komentar tambahannya SBY, menurut UUD 1945, jika pemerintah masih melakukan perbuatan tercela, maka bisa mendapat sanksi yang berat. Akan tetapi, Presiden Keenam RI itu juga masih percaya bahwa pemerintah tidak akan mengingkari janji.

Dalam hal ini juga SBY menyampaikan empat pasal yang menurutnya perlu direvisi Yakni; berkaitan dengan paragdigma hubungan pemerintah dan ormas, pemberi sanksi penafsiran Pancasila, dan ancaman pidana. Demikianlah yang menurut SBY membuat Demokrat menyetujui Perppu Ormas dan perlu adanya revisi. (Gin/Uky).

%d blogger menyukai ini: