29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Cek Fakta Sindiran Timses Prabowo soal Pertahanan RI

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi latihan perang TNI, Tentara Nasional Indonesia

Saat menyampaikan pidato kebangsaan, capres Prabowo Subianto menyebut pertahanan Indonesia tidak akan bertahan lebih dari tiga hari saat berperang. Hal itu kemudian diperjelas oleh Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN Prabowo-Sandi, Syarief Hasan.

Syarief mengatakan pertahanan Indonesia belum mempunyai anggaran memadai dan juga peralatan alutsista yang bagus.

kumparan mengecek pernyataan dari Syarief Hasan tersebut, berikut hasilnya:

1. Anggaran Pertahanan Indonesia Hanya Rp 107 Triliun

© Disediakan oleh Kumparan Simulasi Penanggulangan Terorisme jelang Asian Games

Syarief mengatakan selama pemerintahan Presiden Jokowi, anggaran pertahanan Indonesia sebesar Rp 108 triliun. Namun anggaran itu, kata dia, harus dibagi kepada lima institusi pertahanan yakni TNI AU, TNI AD, TNI AL, Bakamla, dan Kementrian Pertahanan. Dari jumlah anggaran pertahanan, 60 persen digunakan untuk membayar upah pegawai.

Faktanya:

Mengutip dari globalfirepower.com, anggaran Indonesia tidak jauh berbeda dari apa yang dibilang oleh Syarief. Anggaran Indonesia pada tahun 2018 berkisar USD 6,9 milliar atau sekitar Rp 97,5 triliun (kurs Rp 14.160).

Anggaran tersebut menempatkan Indonesia menjadi negara yang punya anggaran pertahanan urutan ke-30. Anggaran itu lebih tinggi dari Iran yang dianggap sebagai negara yang mempunyai kekuatan militer terbaik di Timur Tengah.

2. Jumlah Alutsista Indonesia Minim

© Disediakan oleh Kumparan Alutsista yang Akan Ditampilkan di HUT TNI ke-72

Syarief mengatakan saat ini jumlah alutsista Indonesia sangatlah minim karena anggaran yang tidak memadai. Maka dari itu, lanjutnya, perlu peningkatan anggaran untuk memperkuat alutsista.

Faktanya:

Laman globalfirepower.com menyatakan Indonesia mempunyai alutsista yang beragam. Mulai pesawat tempur sampai kapal selam dengan jumlah personel TNI aktif 975.750 orang. Berikut detail alutsista Indonesia:

Angkatan Udara

Total unit pesawat: 478

Pewasat Tempur: 41

Pesawat Serbu: 80

Pesawat Transport: 200

Pesawat Latihan: 110

Helikopter: 197

Helikopter Serbu: 5

Angkatan Darat

Tank: 418

Kendaraan Lapis Baja: 1.131

Artileri Bergerak: 105

Artileri: 356

Peluncur Roket: 153

Angkatan Laut

Total kapal perang: 221

Frigata: 8

Korvet: 24

Kapal Selam: 3

Kapal Patroli: 74

Ranjau: 12

Dengan jumlah alutsista, jumlah personel dan pendapatan negara, Indonesia menempatai rangking ke-15 dari 136 negara masalah pertahanan. Data tersebut berdasarkan power index yang disusun oleh globalfirepower.com.(Ferry Fadhlurrahman)

%d blogger menyukai ini: