26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Heboh Tanah Bakar Telapak Kaki di Bekasi, Begini Kata Ahli Geologi

Berita ini diberdayakan untuk viva.co.id

Warga sekitar Kampung Kramat Blencong, Desa Segara Makmur, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi heboh dengan sebidang lahan kosong di area tersebut. Musababnya tanah di lahan kosong itu membakar telapak kaki anak-anak yang menginjak area tersebut.

Menurut laporan, tanah di area tersebut panas dan telapak kaki anak yang menginjak mengalami luka bakar. Usut punya usut tanah panas yang membakar itu mengeluarkan aroma minyak. Tanah bercampur pasir hitam, diduga area tersebut tercampur limpah minyak.

Pakar geologi Rovicky Putrohari menduga, minyak dalam tanah membakar di Bekasi merupakan limbah cair yang sangat asam. Dia mengatakan, limbah cair yang merusak itu bisa saja berupa asam sulfat atau semacam air aki.

© VIVA Tanah diduga tercemar mengeluarkan panas dan membakar telapak kaki anak warga

“Limbah asam itu akan bereaksi dengan material lain tentunya. Tapi kalau limbahnya banyak ya tentunya masih akan tetap ada, alam tidak mampu menetralisir,” jelas Rovicky kepada VIVA, Selasa 15 Januari 2019.

Dia mengakui belum ke lokasi kejadian, namun Rovicky menduga biang dari tanah yang membakar telapak kaki itu adalah limbah cair.

Untuk menetralisir limbah asam, Rovicky mengungkapkan, bisa dilakukan dengan menyiraman baking soda atau soda kue.

Material penetral itu, jelasnya, bisa dipakai untuk menetralkan tumpahan air aki. Namun demikian, efektivitas material penetral tersebut tergantung dengan besar atau kecilnya limbah cair.

“Kalau skala kecil di lingkungan (bisa pakai baking soda) tapi kalau skala limbah pabrik ya tak sesederhana itu,” tuturnya.

Kepolisian sudah turun tangan menyelidiki kejadian tersebut. Kapolsek Tarumajaya, AKP Agus Rohmat mengatakan, jajarannya sedang menyelidiki kasus ini. Salah satunya, tim di lapangan sudah mengambil sampel tanah dan menunggu hasil visum luka bakar kepada tiga anak yang telapak kakinya mengalami luka bakar.(Amal Nur Ngazis)

%d blogger menyukai ini: