22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Venezuela Naikkan Upah Minimum 300 Persen, Jadi Rp 91 Ribu/bulan

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

© Disediakan oleh Kumparan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Pemerintah Venezuela menaikkan upah minimum hingga 300 persen untuk meringankan beban masyarakat di tengah krisis ekonomi. Langkah ini diumumkan Presiden Nicolas Maduro sebagai salah satu strateginya mengatasi inflasi yang mencekik.

Diberitakan Reuters, dalam pidato kenegaraannya pada Senin (15/1) Maduro mengumumkan kenaikan upah minimum dari 4.500 bolivares menjadi 18 ribu bolivares per bulan, atau USD 6,52, jika dalam rupiah sekitar Rp 91 ribu.

Uang itu hanya cukup untuk membeli beberapa kebutuhan dasar, seperti sekarton telur dan sekilo daging sapi. Harga kebutuhan pokok selangit di Venezuela, negara dengan inflasi tahunan mencapai 2 juta persen.

Dalam pidatonya, Maduro mengatakan kenaikan upah adalah salah satu langkah ekonomi pertamanya setelah terpilih lagi jadi presiden Venezuela. Dia membantah tuduhan banyak pihak bahwa dirinya adalah musuh perusahaan swasta.

© Disediakan oleh Kumparan Kehidupan di Kota Caracas, Venezuela

“Jangan ada yang meragukannya, kita akan menang, kita akan berhasil, di Venezuela yang hebat, makmur, dan sosialis,” tegas Maduro.

Tahun ini memasuki tahun kelima krisis ekonomi terjadi Venezuela. Sedikitnya tiga juta warga Venezuela mengungsi ke negara lain karena tidak kuat menghadapi harga-harga yang mahal.

Krisis diperparah dengan berbagai sanksi internasional kepada Venezuela sejak Maduro memimpin pertama kali pada 2013. Kepemimpinan Maduro yang dianggap diktator juga membuat Venezuela banyak kehilangan bantuan asing dan sekutu internasional. Terpilihnya kembali Maduro juga dianggap bentuk kecurangan pemilu.

Maduro beberapa kali meningkatkan upah minimum. Pada Agustus tahun lalu, dia meningkatkan upah minimum lima kali lipat, namun tidak berdampak besar bagi perekonomian.

Maduro menyalahkan AS yang disebutnya melakukan perang ekonomi terhadap Venezuela.(Denny Armandhanu)

%d blogger menyukai ini: