28 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Penumpang Pesawat di AS Lolos Bawa Senjata Api ke Jepang

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media, Ilustrasi maskapai Delta Airlines. (Shutterstock)

Seorang penumpang pesawat maskapai Delta Airlines berhasil lolos dari pemeriksaan dengan membawa senjata api menuju Jepang.

Diwartakan CNN, Senin (14/1/2019), penumpang itu berangkat pada 3 Januari lalu dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta dan mendarat di Bandara Internasional Narita di Tokyo.

Insiden tersebut dilaporkan oleh Transportation Security Administration (TSA), yang merupakan bagian dari sisten keamanan bandara di AS.

“TSA telah menentukan prosedur standar dan seorang penumpang lolos pemeriksaan standar TSA dengan membawa senjata api di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta pada pagi hari tanggal 3 Januari,” demikian pernyataan TSA.

Penumpang itu lupa mengenai keberadaan senjata api pada barang bawaannya. Setelah penumpang memberi tahu kepada maskapai, TSA langsung menerima laporan tentang insiden tersebut.

Petinggi TSA membantah dugaan lolosnya senjata dalam penerbangan akibat dari “shutdown” pemerintah, yang telah memasuki hari ke-24 pada Senin.

Sebagai informasi, penutupan sebagian layanan pemerintahan AS itu merupakan yang terpanjang dalam sejarah “Negeri Paman Sam”.

Selama shutdown beerlangsung, agen TSA memang diminta untuk tetap bekerja meski belum menerima gaji.

Sehari setelah insiden senjata api lolos dari pemeriksaan, tepatnya pada 4 Januari lalu, ratusan agen TSA dari setidaknya empat bandara utama izin sakit.

“Persepsi tentang hal ini mungkin terjadi sebagai akibat dari penutupan sebagian layanan pemerintahan bakal salah,” kata TSA.

Dalam pernyataannya, TSA menilai tingkat ketidakhadiran staf yang tidak dijadwalkan pada Kamis (3/1/2019) sekitar 4,8 persen. Angka itu lebih kecil dibandingkan dengan Kamis (4/1/2018) sebesar 6,3 persen.

Sekitar 51.000 agen TSA merupakan bagian dari 800.000 pegawai pemerintah yang bekerja tanpa dibayar selama berlangsungnya shutdown.

Serikat Pengawas Lalu Lintas Udara, Serikat Pengawas Keselamatan Penerbangan dan berbagai kelompok lainnya serta para pakar perjalanan udara telah mengutuk berbagai konsekuensi dari shutdown.

Namun, TSA dan pakar lainnya menilai penerbangan masih aman.

Editor: Veronika Yasinta

Sumber: CNN

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: