21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Kantor Gubernur Sumut Dilempari Warga

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

© Disediakan oleh Kumparan Gubernur Sumatera Utara saat diwawancarai wartawan

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi tak mempersoalkan kantornya dilempari batu oleh sejumlah pengunjuk rasa. Edy memaafkan kelakuan ratusan pengunjuk rasa yang merupakan warga Sari Rejo, Medan Polonia, Medan, Sumatera Utara.

“Mungkin rakyat sedang emosi. Kan persoalan itu sudah berlarut-larut, mungkin dia emosi, lewat sini ada kantor gubernur dan gubernurnya tidak membantu, makanya dilempar,” kata Edy, di kantornya, Selasa (15/1).

Edy tak akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Dia juga tak mempersoalkan sejumlah kaca di kantornya yang pecah akibat dilempari batu oleh pengunjuk rasa. Juga empat kendaraan yang terparkir di Kantor Gubernur Sumatera Utara rusak.

© Disediakan oleh Kumparan Massa saat melakukan aksi pelemparan di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara.

“Rakyat emosi, cocok nggak dilaporkan menurut kalian? Rakyat ini butuhnya solusi, bukan dilaporkan dia,” ucap Edy. Ketua PSSI itu mengatakan permasalahan yang dialami warga Sari Rejo sudah berlangsung lama.

Mereka, kata Edy, menuntut sertifikasi hak milik atas lahan mereka. Permasalahan sengketa tanah di Sari Rejo tak ada habisnya. Tanah yang dijadikan tempat bermukim sejak lama oleh warga itu tak kunjung disertifikasi oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN).

Sengketa tanah Sari Rejo pernah beberapa kali menimbulkan konflik antara masyarakat sipil dengan TNI AU. Salah satunya saat bentrok yang terjadi pada 15 Agustus tahun 2016.

Edy mengatakan persoalan penerbitan tanah itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Mau dilempar seribu kali pun, gubernur tak punya wewenang di situ. Saya paham persoalan masyarakat Sari Rejo ini, kan saya juga orang sana,” ungkapnya.

Meski demikian, dia mengklaim akan membantu persoalan tanah warga Sari Rejo itu ke pemerintah pusat. “Nanti kami pelajari itu persoalannya dan harus dicarikan solusinya. Jadi ini harus dilihat pada konteksnya,” ujar Edy.

© Disediakan oleh Kumparan Ratusan massa saat melakukan long march sebelum melintas ke Kantor Gubernur Sumatera Utara

Kantor Gubernur Sumatera Utara dilempari batu oleh pengunjuk rasa yang merupakan warga Sari Rejo. Insiden itu terjadi pada Selasa (15/1) sekitar pukul 14.00 WIB.

Akibat kejadian itu kaca pos penjagaan kantor gubernur pecah dan empat kendaraan milik pegawai mengalami kerusakan. Kejadian bermula saat massa melintas di depan kantor Gubernur Sumut, setelah mereka menggelar aksi unjuk rasa di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, DPRD dan Kantor Wali Kota Medan.

Saat melintas kantor gubernur , sebagian massa yang mengendarai sepeda motor menggeber suara kendaraannya. Melihat kondisi itu, petugas keamanan menutup pintu utama. Sikap petugas keamanan ini diduga menyulut emosi massa, hingga melakukan pelemparan batu.(Reza Aditya Ramadhan)

%d blogger menyukai ini: