29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Menyimak Destinasi Pariwisata Wakatobi ketika di Paparkan di Korsel

Suksesnya Destinasi Pariwisata di Wakatobi, bukan segampang membalikkan telapak tangan… sebagaimana kata pepatah. Dalam hitungan 4 tahun saja sudah ditetapkan sebagai cagar Biosphere Buni oleh Organisasi Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unesco). Karena itu kehadirannya menjadi andalan pariwisata  Indonesia menjadi 10 unggulan Destinasi andalan dunia.

Bagaimana kisahnya hingga pariwisata Wakatobi, begitu terkenal dimata dunia…?.

Berikut kisahnya.

Laporan: Gino Samsun Mirsab.

Perjuangan untuk merebut  destinasi pariwisata Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi unggjulan dimata dunia. Selain bukan segampang membalikkan telapak tangan, juga kehadirannya menjadi terkenal itu bukan karena seperti lahirnya “Bayi permatur” artinya, didalam promosi hingga pemaparan potensi pariwisata Wakatobi, bukan saja sukses di wilayah Indonesia, melainkan diberbagai belahan dunia. Seperti di Eropa, Amerika, dan beberapa belahan bumi Asia lainnya.

Sebagaimana retrik pemaparan mantan Bupati Wakatobi 2 Periode Ir. Hugua, di pertemuan anggota Persatuan Pemerintah Daerah Kota se-Asia Pasifik (United Cities and Local Goverments-Asia Pasific/UCLG-ASPAC) di Jeju, Korea Selatan. Didalam paparannya, mendapat sambutan hangat dari berbagai bangsa di Asia-Pasific.

Anggota UCLG-ASPAC ingin mengetahui posisi pariwisata Wakatobi karena kawasan Wakatobi telah ditetapkan sebagai Cagar Biosphere Bumi oleh UNESCO.

Menurut Hugua, sapaan akrab mantan Bupati 2 periode Kabupaten Wakatobi itu, dalam menjelaskan, penetapan Wakatobi, sebagai 10 destinasi pariwisata unggulan Indonesia, tidak akan mengganggu keselamatan cagar biosper bumi Wakatobi. Justru kata dia, penetapan Wakatobi sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia, akan semakin memperkuat posisi cagar biosfir Bumi Wakatobi.

“Pengembangan pariwisata tidak mengambil sesuatu dari lingkungan alam, melainkan memelihara dan melestarikan sumber daya alam yang tersedia”, kata Hugua.

Oleh karena itu, kata dia, dalam pengembangan destinasi pariwisata unggulan Indonesia di Wakatobi, kedepan dijamin tidak akan mengganggu keseimbangan alam kawasan cagar biosfir Bumi Wakatobi, melainkan semakin melindungi kawasan itu dari berbagai ancaman kerusakkan.

“Pengembangan pariwisata identik dengan pelestarian lingkungan. Sebab, wisatawan hanya mau mengunjungi sebuah kawasan wisata, manakala kawasan tersebut menyajikan berbagai keindahan dan kelestarian alamnya,” papar Hugua.

Hugua juga mengungkapkan, selama ini Pemerintah Wakatobi telah mengembangkan pariwisata dan memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD), cukup signifikan sebesar RP 16,6 Miliayar ditahun tahun sebelumnya, dan ditahun ketika usai menjabat sebagai Bupati Wakatobi, tentu saja akan terus meningkat PAD nya.

“Warga lokal terus memelihara kelestarian sumber daya alam laut Wakatobi, karena menyadari betul bahwa para wisatawan hanya akan mau mengunjungi Wakatobi, kalau kelestarian alam dikawasan itu tetap terjaga dan lestari,” ungkapnya.*****

%d blogger menyukai ini: