21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Tidak Dapat Kursi, Keluarga asal Inggris Ini Duduk di Lantai Pesawat

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media, Paula Taylor dan putrinya harus duduk di lantai karena nomor kursi mereka tidak tersedia di pesawat maskapai TUI saat perjalanan menuju Birmingham. (BBC/Paula Taylor)

Sebuah keluarga asal Inggris terpaksa duduk di lantai pesawat dalam penerbangan dari Spanyol menuju Inggris.

Keluarga Taylor mengalami insiden ini sewaktu mereka hendak bertolak ke Birmingham dari Menorca dengan menggunakan maskapai TUI.

Padahal, sebagaimana dituturkan kepada BBC, mereka mengaku telah membayar tiket seharga 1.300 poundsterling atau setara dengan Rp23,5 juta dan juga telah mendapat boarding pass.

Paula Taylor bersama suaminya dan putri mereka yang berusia 10 tahun sengaja tiba di bandara jauh sebelum waktu penerbangan guna memastikan bisa duduk dalam barisan yang sama.

Mereka pun mendapatkan kursi bernomor 41 D, E, dan F. Namun, ketika sampai di pesawat, mereka mendapati lokasi tempat duduk mereka kosong tanpa ada kursi.

“Kami hanya menatap satu sama lain seolah-olah berkata ‘ke mana perginya kursi-kursi kita?” ujarnya.

Begitu semua penumpang menduduki kursi masing-masing, ternyata ada satu kursi kosong tersisa.

Paula memberikan kursi itu untuk Brooke, anaknya. Sementara, dia dan suaminya dipersilakan duduk di kursi lipat untuk awak kabin.

Ternyata, permasalahan belum kelar. Saat pesawat mengangkasa, awak kabin mulai mengeluarkan makanan dan barang-barang lain yang disimpan di belakang kursi lipat tersebut.

Konsekuensinya, Paula dan suaminya harus duduk di lantai, di tempat yang seharusnya terisi kursi mereka. Melihat ayah dan ibunya duduk di lantai, Brooke pun bergabung karena tidak mau duduk sendiri.

Keluarga Taylor mengaku diberi ucapan terima kasih dari awak kabin atas pengertian mereka.

Paula mengatakan, maskapai TUI menyampaikan penjelasan singkat ketika dia mengungkit masalah ini. Sebagai itikad baik, TUI memberikan uang sebesar 30 poundsterling atau sekitar Rp 541.000.

Setelah keluarga Taylor menghubungi BBC, maskapai TUI mengembalikan uang tiket mereka dan mengaku adanya pergantian armada pada menit-menit terakhir.

Hal itu mengakibatkan kursi untuk keluarga Taylor tidak tersedia, sebab pesawat pengganti memiliki susunan kursi berbeda.

Manajemen maskapai menyampaikan maaf atas cara penanganan situasi tersebut dan akan menghubungi keluarga Taylor untuk memohon maaf secara langsung.

Otoritas Penerbangan Sipil Inggris menegaskan penumpang memang diperbolehkan menduduki kursi awak kabin dalam situasi tertentu.

Namun, penumpang harus mendapat tempat duduk selama penerbangan. Otoritas bakal menghubungi TUI untuk meminta penjelasan.

Editor: Veronika Yasinta

Sumber: BBC Indonesia

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: