31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Berita ini diberdayakan untuk tirto.id

Ilustrasi perempuan menggunakan smartphone. FOTO/iStockphoto

Oleh: Advertorial – 3 Januari 2019 Dibaca Normal 2 menit

Dengan berbagai layanan yang diberikannya, Smartfren turut menjaga agar alun-alun global masa dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja, kapan saja.

tirto.id – David Kraljik dari University of Southern Queensland menyebut alun-alun, dalam kapasitasnya sebagai ruang publik, memainkan sejumlah peran penting dalam masyarakat sejak berabad-abad lalu. Ia mempertemukan yang jauh, menghubungkan kepentingan yang berbeda-beda. Dan internet, kata Bill Gates, adalah alun-alun “desa global” masa depan.

Masa depan yang dibayangkan Bill Gates adalah hari ini. Peran internet sebagai alun-alun raksasa itu tergambar dalam laporan Digital Information World: Kini 4,2 miliar manusia terhubung secara daring. Dari angka tersebut, 3,4 miliar adalah pengguna aktif media sosial. Laporan yang sama juga menyebutkan, dari 5,11 miliar pengguna perangkat seluler, 3,17 miliar di antaranya mengakses media sosial.

“Kita sadar bahwa internet mengambil alih dunia dengan cepat. Selain memberi kita kemudahan komunikasi, internet juga membukakan gerbang baru hiburan, kemudahan, dan kenyamanan,” ujar laporan tersebut.

Apa yang sekiranya terjadi bila kita tak bisa mengakses internet buat sehari saja? Rachel Nuwer menjawabnya dalam sebuah artikel di BBC. “Kehilangan koneksi bisa membuat orang lebih banyak bercengkrama secara langsung,” kata Nuwer, “tapi secara keseluruhan, pengalaman itu mungkin akan menyedihkan.” Mengutip pendapat Stine Lomborg dari University of Copenhagen, dia menambahkan, “Dunia tidak akan hancur jika kita kehilangan internet sehari, tapi bagi kebanyakan orang, bahkan satu hari tanpa internet akan terasa mengerikan.”

Drama Kuota

Sebelum 2008, Jeff Hancock, seorang pengajar di Stanford University, biasa memberikan tugas akhir pekan kepada mahasiswanya dengan menantang mereka untuk menjauhi internet selama 48 jam. Dan saat Hancock kembali bekerja pada 2009, setelah cuti panjang, banyak hal telah berubah.

“Ketika saya mencoba untuk memperkenalkan tugas itu, kelas memberontak. Para mahasiswa dengan tegas mengatakan bahwa tugas itu tidak mungkin dan tidak adil,” kata Hancock, yang mempelajari proses psikologis dan sosial yang terlibat dalam komunikasi daring.

Para mahasiswa itu berpendapat: menjauhi internet, bahkan pada akhir pekan, akan mencegah mereka menyelesaikan tugas-tugas kelas lain, merusak kehidupan sosial mereka, dan membuat teman-teman dan keluarga mereka khawatir. Hancock pun terpaksa mengakhiri kebiasaannya.

“Itu tahun 2009. Sekarang, dengan perangkat seluler saat ini, saya bahkan tidak tahu apa yang akan dilakukan siswa jika saya meminta mereka melakukan itu,” katanya. “Mereka mungkin melaporkan saya ke rektor.”

Terputus dari internet, lebih-lebih bagi kalangan milenial, merupakan bencana. Menurut data Statista, kalangan yang juga dikenal sebagai Generasi Y tersebut menghabiskan 223 menit alias 3,7 jam sehari untuk online menggunakan perangkat mobile. Secara umum, rata-rata orang Indonesia memerlukan data lebih dari 6,4GB setiap bulan.

“Kuota sebulan cuma bertahan satu minggu, pedih rasanya kantong ini!” demikian tulisan dalam sebuah meme soal kuota internet, melengkapi foto pria Korea yang menangis.

Pertengahan September lalu, Smartfren meluncurkan Kartu Perdana Super 4G Unlimited dan Voucher Data Super 4G Unlimited. Dengan harga terjangkau, kartu perdana tersebut memberikan kuota internet tanpa batas kepada pelanggannya: unlimited di semua aplikasi, unlimited tanpa batasan waktu, full 4G 24 jam, dan dapat digunakan pada semua ponsel pintar.

Adapun Voucher Data Super 4G Unlimited, dengan masa aktif selama 30 hari, tersedia di galeri Smartfren dan berbagai gerai. Produk Unlimited ini juga memiliki keunggulan dengan bonus telepon ke semua operator selama 10 menit dan gratis telepon ke sesama pengguna Smartfren.

Sadar bahwa kehabisan kuota atau terputus dari internet merupakan—meminjam ungkapan Nuwer—“pengalaman yang menyedihkan,” pihak smartfren menggelar event curhat #DramaKuota dalam rentang 12 November 2018 hingga 11 Januari 2019. Jargonnya: “Bikin hati plong, hadiah di kantong!”

Untuk mengikuti kegiatan itu, sila bagikan pengalaman di internet yang tidak sesuai dengan ekspektasi Anda dalam bentuk foto/video/komik/meme di akun Instagram, Facebook, Twitter, atau Youtube. Terakhir, lengkapi unggahan dengan tagar #DramaKuota, #GoUnlimited, serta mention @smartfrenworld dan akun dua teman Anda.

Para peserta terpilih akan mendapatkan sejumlah hadiah menarik. Ada paket hadiah Super Duper Drama (iPhone X 64GB + Unlimited SP) untuk 1 pemenang, Super Drama (Samsung Note 9 128GB + Unlimited SP) untuk 1 pemenang, Drama Banget (Redmi Note 5 + Unlimited SP) untuk 5 pemenang, Drama Melulu (Portable wi-fi Smarftren) untuk 25 pemenang, dan Drama Heboh (Unlimited SP) untuk 10 pemenang.

Dengan berbagai layanan yang diberikannya, Smartfren turut menjaga agar alun-alun global masa dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja, kapan saja.

%d blogger menyukai ini: