27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Mengintip Dugaan Penggelapan Dana BOS di Busel

Batauga, TimurMerdeka.com – Sejumlah demonstran yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemberhati Hukum Sultra (AMPHS) Buton Selatan (Busel). Belum lama ini telah menggelar demonstran. Dalam demon dikantor Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kamis (26/10) itu, menegaskan dugaan penggelapan anggaran dana BOS di tahun 2016 lalu, nilainy sebesar Rp. 21.140.800.000,00. Karena itu diminta agar yang berwajib, Kepolisian dan Kejaksaan dapat melakukan penyidikan terhadap oknum. Demikian ditegaskan La Dimas dalam orasinya didepan kantor Dikmudora Kabupaten Buton Selatan (Busel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.

Dimas menjelaskan, duguan penyimpangan dana BOS itu, sebagaimana hasil investigasinya sebesar Rp. 335.203.067.00.

“Saya minta pihak yang Kepolisian dan Kejaksaan agar miliki nyali, memberantas korupsi di Busel. Karena penggelapan dana BOS ini, bukan lagi klasisifikasi rahasia, melainkan telah menjadi rahasia umum. Karena itu, tiada kata lain mantan Kadis tahun 2016 lalu, Maderuddin, supaya diseret keproses hukum”, tegas Dimas diikuti sorakkan demonstran lainnya.

Kepala dinas dikmudora Busel, yang belum lama ini menjabat, La Safilin dalam keterangannya, pada prinsipnya tidak ada penggelapan dana Bos dilingkup pendidikan yang ia pimpin saat ini, sekalipun dugaan tersebut masih dijabat oleh kepala dikmudora sebelumnya Maderuddin SPd. Hanya saja laporan pengeluaran dana BOS dimasing-masing sekolah di Busel belum masuk didinas dan badan keuangan daerah.

“Begitu masuk BPKP untuk mengaudit, itu ada indikasi seperti itu. Jadi tidak ada penggelapan. Hanya laporannya yang tidak masuk di dinas dan keuangan daerah”, bantah Safilin.

Safilin juga menjelaskan, kurangnya pengawasan dari dinas pendidikan sebelumnya merupakan alasan utama, sehingga masing-masing sekolah belum memiliki pertanggung jawaban tentang pengelolaan dana BOS di tahun 2016 lalu.

“Makanya saya sampaikan kepada manager dana BOS saat ini, bahwa setiap pencairan dana BOS pertriwulan kedua itu laporkan tentang pengelolalan keuangannya secara lengkap, dan itu kita terapkan. Mengenai penggelapan di tahun sebelumnya saya menjabat, itu bukan urusan saya, melainkan urusan kadis sebelumnya yaitu Maderuddin,” pungkasnya. (Gin/Nud).

%d blogger menyukai ini: