22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Misteri Hilangnya Kapal Tanker di Teluk Jakarta

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

© Disediakan oleh Kumparan Kapal Namse Bangdzod, di Teluk Jakarta

Kapal tanker Namse Bangdzhod yang dilaporkan hilang sejak 28 Desember 2018 lalu hingga saat ini masih belum ditemukan. Padahal, kapal tersebut diketahui berangkat dari Sampit, Kalimantan Tengah, satu hari sebelum dilaporkan hilang kontak.

“Posisi terakhir kapal ter-record di perairan ujung Karawang, arah Tanjung Priok dari Sampit. Kapal ini bertolak dari Sampit pada 27 Desember lalu dan seharusnya sudah di Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit, Thomas Chandra, dilansir Antara, Senin (7/1).

Kapal berbendera Indonesia ini diketahui memuat minyak kepala sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Kapal ini dioperasikan oleh PT Surabaya Shipping Lines yang berpusat di Surabaya.

Thomas menyebut, saat ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengetahui nasib kapal yang dinakhodai Muhammad Aswar Wijaya itu. Namun ia tidak ingin berspekulasi tentang keberadaan atau nasib kapal dan 12 awaknya.

© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi Kapal Tanker

Sementara itu, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) telah mengerahkan kapal patroli KNP 348 untuk menyisir area Tanjung Kerawang Bekasi, Marunda, hingga Buoy Timur. Tak hanya itu, kapal patroli KNP Alugara P 114 juga dikerahkan untuk menyisir Selat Bangka, Pulau Seribu, hingga Ekanuri.

“Namun keberadaan kapal tersebut masih belum diketahui,” kata Direktur KPLP Junaidi dalam keterangannya.

Junaidi menjelaskan, pihaknya juga meminta bantuan kepada Disnav Tanjung Priok dan Semarang untuk memantau pergerakan kapal Namse Bangdzhod. Pihaknya juga telah meminta kepada RIB SAR untuk menyisir area Muara Angke hingga area labuh jangkar Buoy Barat, namun hasilnya masih nihil

“Kapal-kapal patroli PLP Tanjung Priok sudah meminta bantuan Disnav Tanjung Priok dan Semarang untuk ikut memantau gerak kapal melalui Vessel Traffic Services (VTS) dan SROP sepanjang pantai utara Pulau Jawa dan sampai saat ini belum ada laporan keberadaan kapal tersebut,” ucap Junaidi.

Selain itu, VTS Tanjung Priok juga telah memancarkan berita distress agar kapal-kapal yang tengah berlayar di sekitar rute tersebut ikut mencari dan melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan kapal.

“Kami akan berusaha maksimal untuk membantu mencari kapal dimaksud, semoga ada pertanda baik dari kapal tersebut kedepannya,” tutup Junaidi.

Selain nakhoda kapal, Muhammad Asdar Wijaya, kapal ini juga ditumpangi 11 awak lainnya. Para awak itu terdiri dari mualim Yanuardin Mendrofa dan Husni Mubarak, KKM Andi Tasriq, masinis Satria Idam Sulistio dan Bambang Mulyono, juru mudi Agustinus Piter, Asrun Suriansa, dan Dahar; serta juru minyak Wardani, Ardiyanto, dan Dwi Wahyu Sabtono.

© Disediakan oleh Kumparan Namse Bangdzod

Sementara itu, berdasarkan aplikasi pemantau lalu lintas kapal MarineTraffic, Namse Bangdzod terdeteksi berada di area Laut Jawa pada 7 Januari 2019. Namse Bangdzhod merupakan kapal berkapasitas 1128 GT (Gross Tonnage) dengan ukuran 75,15 x 12 meter buatan tahun 1993.(Ochi Amanaturrosyidah)

%d blogger menyukai ini: