22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Riset: Ada 34 Aplikasi Android Kirim Data Pribadi Pengguna ke Facebook

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

© Disediakan oleh Kumparan Aplikasi

Riset terbaru dari lembaga perlindungan data pribadi Inggris, Privacy International, mengungkap ada 34 aplikasi Android yang mengirim informasi sensitif ke Facebook tanpa izin. Sekitar 20 di antaranya merupakan aplikasi populer, seperti Kayak, MyFitnessPal, Skyscanner, hingga TripAdvisor.

Menurut hasil studi Privacy, data yang diambil biasanya mencakup data analitik yang dikirim saat membuka aplikasi, termasuk ID Android unik pengguna, yang juga menyertakan informasi lainnya. Mesin pencari travel Kayak misalnya, ia diduga mengirimkan data pencarian destinasi dan penerbangan, tanggal perjalanan, serta informasi perjalanan yang mengikutsertakan anak-anak atau tidak.

© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi Plang TripAdvisor

Meski data tersebut mungkin tidak segera mengidentifikasi pengguna, namun secara teoretis dapat digunakan untuk mengenali pengguna dengan baik, seperti misalnya aplikasi yang sudah diinstal atau apakah mereka bepergian dengan orang yang sama.

Kekhawatirannya bukan hanya berapa banyak data yang dibagikan aplikasi. Mereka juga mungkin telah melanggar aturan perlindungan data yang dibuat Uni Eropa, General Data Protection Regulation (GDPR), karena mengumpulkan informasi pribadi tanpa persetujuan pengguna dan berpotensi mengidentifikasi si pemilik data.

Menurut riset, masih banyak pengembang aplikasi Android menggunakan developer kit Facebook versi lama yang belum menyertakan opsi izin akses ke informasi pengguna. Facebook telah mengeluarkan versi terbaru pasca GDPR ditetapkan, namun masih belum jelas apakah opsi itu sudah ada atau pengembang belum mengimplementasinya dengan benar. Skyscanner mengakui pihaknya ‘tidak sadar’ bahwa aplikasinya mengirim data tanpa izin.

© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi Facebook

Facebook sendiri bersimpati dengan temuan lembaga Privacy International, seperti dikutip Engadget. Media sosial ini menyatakan sangat penting bagi pengguna untuk mengetahui kapan suatu aplikasi mengirim data dan ‘memiliki kendali’ atas data itu ditautkan dengan mereka atau tidak.

Perusahaan menambahkan, pembaruan dengan fitur anyar Clear History akan membantu mengatasi isu pengumpulan data pribadi ini. Facebook juga menekankan bahwa pengembang dapat mematikan fitur pengumpulan data otomatis dan dapat menunda pengiriman analitik aplikasi.(Bianda Ludwianto)

%d blogger menyukai ini: