25 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Trump Peringatkan Shutdown AS Bisa Berlangsung Lama

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.AFP / NICHOLAS KAMM

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan bertemu dengan dua pimpinan oposisi dari Partai Demokrat.

Pertemuan itu untuk mencari solusi berakhirnya penutupan layanan pemerintah (shutdown) parsial yang hampir memasuki dua pekan.

Dalam pertemuan tertutup di Gedung Putih Rabu (2/1/2019), Trump berunding dengan pemimpin minoritas Senat Chuck Schumer dan calon Ketua House of Representatives Nancy Pelosi.

Namun seperti dilansir AFP, pertemuan itu gagal menghasilkan kesepakatan yang bisa mengakhiri shutdown parsial sejak 22 Desember tersebut.

Schumer berkata, dia sudah meminta Trump untuk mendukung proposal yang diajukan Demokrat supaya shutdown bisa segera diakhiri.

“Saya bertanya langsung kepadanya. ‘Tuan Presiden, beri saya satu alasan bagus mengapa Anda masih ingin shutdown ini berlangsung’,” kata Schumer.

“Dan dia tidak bisa memberikan saya jawaban yang saya inginkan,” terang senator dari daerah pemilihan New York tersebut.

Politisi Republik Kevin McCarthy yang bakal menjadi pemimpin minoritas di House berkata, para pemimpin dua partai bakal bertemu pada Jumat (4/1/2019).

“Keadaan ini (shutdown) tidak perlu berlangsung dalam jangka waktu yang lama,” ujar McCarthy. Namun sikap berbeda ditunjukkan Trump.

Dalam pertemuan kabinet, presiden 72 tahun itu memperingatkan shutdown bisa berlangsung lama jika dia tak mendapat dana membangun tembok perbatasan.

Trump menegaskan isu yang dia bawa merupakan isu besar karena berkaitan dengan keamanan nasional, dan tidak boleh terlewat.

“Saya kira semua orang di negeri ini bakal berpikir bahwa saya yang benar. Pemerintah tidak akan terbuka dalam waktu yang lama,” ancam Trump.

Pertemuan Trump dengan Pelosi dan Schumer merupakan yang pertama pada Januari sejak terakhir kali mereka berunding pada 11 Desember di Ruang Oval.

AS memasuki shutdown parsial setelah proposal pembangunan tembok di perbatasan Meksiko sebesar 5 miliar dollar AS, atau Rp 72,4 triliun, tak disetujui.

Demokrat hanya bersedia menyetujui 1,3 miliar, sekitar Rp 18,8 trilun, dan membuat Trump menolak menandatangani sebagian pengeluaran negara.

Shutdown itu membuat ratusan ribu pegawai negeri terpaksa dirumahkan atau furlough (bekerja tanpa dibayar) selama Natal dan Tahun Baru.

Editor: Ardi Priyatno Utomo

Sumber: AFP

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: