4 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Kisah Kuil Suci Sabarimala di India yang Terlarang bagi Perempuan

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Satu orang tewas dan sedikitnya 15 orang luka-luka akibat aksi kekerasan di negara bagian Kerala, India.

Kerusuhan pecah setelah dua perempuan memasuki salah satu kuil paling suci umat Hindu. Mereka dikawal oleh polisi memasuki kuil Sabarimala jelang fajar pada Rabu lalu.

Mahkamah Agung India pada September 2018 mencabut larangan terhadap perempuan untuk masuk ke kuil. Lalu, mengapa kuil Sabarimala melarang perempuan menginjakkan kaki di sana?

Menurut situs web wisata Kerala, kuil Sabarimala merupakan salah satu pusat ziarah paling terkenal di India.

Kuil itu terletak di pegunungan Ghats Barat, negara bagian Kerala, pada ketinggian 814 meter di atas permukaan laut. Tempat suci tersebut hanya dapat diakses dengan berjalan kaki dari Pamba sejauh 4 km.

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Kuil Dewa Ayyappa di Sabarimala, Kerala, India. (AFP/Arun Sankar)

Semua warga dari berbagai kasta diperboleh masuk ke kuil suci, tapi terlarang bagi perempuan usia 10 hingga 50 tahun.

Musim puncak ziarah biasanya berlangsung pada November hingga pertengahan Januari. Kuil itu merupakan tempat suci yang didedikasikan bagi Dewa Sri Ayyappa.

BBC mencatat, setiap dewa dalam agama Hindu memiliki kepribadian yang berbeda dengan legenda yang unik, begitu pula dengan Dewa Ayyappa.

Menurut mitologi, Dewa Ayyapa merupakan seorang bujangan yang diyakini mengambil sumpah untuk hidup selibat. Ada beberapa cerita tentang mengapa dia memilih hal tersebut.

Salah satunya, Ayyappa lahir dari persatuan antara dua dewa laki-laki yang memberinya kemampuan untuk mengalahkan iblis perempuan yang tak terkalahkan saat itu.

Setelah mengalahkannya, terungkap bahwa dia merupakan seorang perempuan muda yang dikutuk menjadi iblis.

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Patung Dewa Ayyappa. (Shutterstock)

Penolakan cinta

Kemudian, dia jatuh cinta padanya dan meminta Ayyappa untuk menikahinya.

Permintaannya ditolak karena dia harus pergi ke hutan dan menjawab doa-doa dari umat.

Perempuan itu bersikeras sehingga Ayyapa berjanji akan menikahinya pada hari di mana orang baru berhenti datang untuk meminta berkatnya.

Hal tersebut tidak pernah terjadi.

Legenda mengisahkan, sang perempuan akhirnya menunggunya di kuil, yang terletak di jalan menuju kuil utama Sabarimala.

Dengan demikian, perempuan dilarang untuk mengunjungi kuil itu sebab akan menghina dewa dan pengorbanan wanita yang mencintainya.

Legenda lain

Menurut legenda lain, Dewa Ayyappa merupakan seorang pangeran yang menyelamatkan kerajaannya dari penyerbu Arab bernama Vavar.

Setelah bertempur, Vavar menjadi pengikut taat sang pangeran. Sebagai informasi, ada juga sebuah kuil yang didedikasikan untuknya di dekat Sabarimala.

Vavar diyakini melindungi umat yang datang ke Sabarimala untuk mencari berkat.

Dalam versi kisah ini, Dewa Ayyappa bersumpah untuk mengabulkan doa dari setiap orang yang datang kepadanya, dan menolak semua keinginan duniawi termasuk berhubungan dengan perempuan.

Itulah sebabnya wanita tidak diizinkan masuk ke dalam kuilnya.

Editor: Veronika Yasinta

Sumber: BBC

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: