21 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

KPK Mulai Periksa Karyawan Kementerian PUPR

Berita ini diberdayakan untuk viva.co.id

Komisi Pemberantasan Korupsi mulai memeriksa anak buah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, terkait penyidikan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM.

© VIVA Pewarta memotret ruangan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang tersegel stiker KPK usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Cikarang, Jawa Barat, Senin, 15 Oktober 2018.

Saksi pertama dari lingkungan Kementerian PUPR yang akan diperiksa penyidik KPK adalah Indra Kartasasmita, yang tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

“Saksi Indra Kartasasmita diperiksa, untuk tersangka ARE (Anggiat Partunggal Nahot Simaremare),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan lewat pesan singkat, Jumat 4 Januari 2019.

Selain Indra, kata Febri, penyidik KPK juga memanggil pihak swasta bernama Jemy.

Jemy juga diperiksa untuk Anggiat Partunggal selaku Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung.

Belum diketahui pasti, kaitan dua saksi tersebut dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan air minum ini.

Diduga baik Indra maupun Jemy mengetahui proyek SPAM yang dimenangkan PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan delapan tersangka. Kedelapan tersangka itu, yakni Direktur Utama PT WKE, Budi Suharto, Direktur PT WKE, Lily Sundarsih, Direktur PT TSP, Irene Irma, dan Yuliana Enganita Dibyo.

Kemudian, dari unsur Kementerian PUPR, yakni Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar dan PPK SPAM Toba 1, Donny Sofyan Arifin.

KPK pun telah menyita uang Rp3,9 miliar, S$23.100, serta US$3.200.

Saat melakukan penggeledahan di rumah sejumlah tersangka, tim penyidik lembaga antikorupsi menyita uang Rp1,2 miliar dengan rincian Rp200 Juta tunai dan deposito Rp1 miliar.

Penyidik KPK juga baru selesai geledah kantor Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR dan rumah dua tersangka, yakni Direktur PT TSP Irene Irma dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin. (asp/Endah Lismartini,Edwin Firdaus )

%d blogger menyukai ini: