26 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Andi Arief: Rumah Saya Digeruduk 2 Mobil Polda, Apa Salah Saya?

© Disediakan oleh Kumparan Andi Arief
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menuai sorotan setelah memicu kegegeran karena mencuit ada informasi 7 kontainer memuat surat suara tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta. Setelah dicek KPU, kabar itu hoaks.

Kasus ini lalu bergulir di Bareskrim Polri atas laporan KPU dan relawan Jokowi. Salah satu bukti untuk mengusutnya adalah cuitan Andi Arief yang sudah dihapus. Meski, dalam hal ini KPU tidak melaporkan Andi, tapi peristiwa hoaksnya.

© Disediakan oleh Kumparan Cuitan Andi Arief soal 7 kontainer suat suara tercoblos

Siang ini, Andi membuat cuitan baru mengaku rumahnya di Lampung digeruduk oleh polisi dari Polda. Padahal, dia mengaku siap menjelaskan jika polisi membutuhkan keterangannya.

“Rumah saya di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan,” tulis Andi Arief, Jumat (4/1).

Andi menyebut dia diperlakukan seperti teroris. Meski tak dirinci perlakuannya seperti apa. “Pak Kapolri, jangan kejam terhadap rakyat. Salah saya apa. Kenapa saya hendak diperlakukan sebagai teroris. Saya akan hadir jika dipanggil dan duperlukan,” lanjutnya.

Saat dikonfirmasi kumparan soal twit di atas, Andi belum merespons. Begitu juga belum ada penjelasan dari polisi soal tudingan tersebut.

Dalam kesempatan sebelumnya, Andi menyebut membuat cuitan itu justru dengan harapan KPU atau pihak terkait mengecek kebenarannya. Dia tidak bermaksud menyebarkan hoaks. Lalu setelah dipastikan hoaks, Andi menghapus cuitannya.(Muhammad Iqbal)

%d blogger menyukai ini: