30 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

PKK Jatim Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Surabaya, TimurMerdeka.com – TP PKK Provinsi Jawa Timur menggelar deteksi dini kanker serviks dan payudara.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Gubernur Jatim H. Soekarwo. “Saya mengapresiasi kegiatan ini, “ujar Pakde Karwo sapaan akrab, gubernur Jatim itu, saat meninjau kegiatan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan payudara, Senin (30/10/2017).

Penyelenggara kegiatan deteksi dini kanker serviks dan payudara melalui IVA Test dan pemeriksaan payudara klinis (sadanis) dilakukan TP PKK Jatim di Gedung PKK Jatim Jl Gayung Kebonsari, Surabaya.

Pakde Karwo menambahkan, kegiatan yang dilakukan  TP PKK menumjukkan mampu menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat. Bahkan gerakan ini dinilai efektif dalam menekan serta mengurangi jumlah penderita penyakit yang menjadi momok bagi kaum hawa.

Dia menambahkan, kegiatan itu juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam  melakukan perlawanan terhadap kanker serviks ( kanker mulut rahim). “Ini komitmen pemerintah dalam upaya melakukan pencegahan melalui upaya promotif dan preventif dalam penanggulangan kanker,” tandasnya.

Kata Pakde Karwo, menyebut  sebanyak  20.442 orang aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan yang sudah menikah dan istri dari pegawai ASN di lingkungan Pemprov Jatim usia 30-50 tahun, melakukan pemeriksaan IVA Test dan sadanis.

Data Dinkes Jatim menyebutkan, dari 700 perempuan,  terdapat sekitar 90 perempuan  positif terdeteksi menyandang kanker.

Ketua TP PKK Prov. Jatim Hj. Nina Soekarwo di tempat yang sama menjelaskan, gerakan deteksi dini terhadap kanker serviks dan payudara ini sangat efektif karena TP PKK mampu menggerakan masyarakat hingga tingkat grassroot seperti  dasawisma.

“Kalau sudah stadium lanjut, kemungkinan tertolong sangat kecil sekali, sudah merambah ke organ lainnya,” ujar Bude Karwo,  sapaan akrab Ketua TP PKK Prov. Jatim itu.

Target Periksa kali ini sebanyak 132 ribu perempuan yang  meliputi beberapa lokasi.

“Kini sudah 68.000 perempuan diperiksa. “Kami terus berupaya jumlah perempuan yang diperiksa lebih banyak lagi,” ujar Bude Karwo

Dia menambahkan, sebelumnya sebagian besar perempuan yang terdeteksi kanker serviks adalah mereka yang sudah berkeluarga, namun kini terdapat perkembangan baru bahwa usia 21-22,  juga banyak yang sudah positif. Meski mereka belum menikah.  “Ini  harus ada langkah strategis untuk mengatasinya,  “katanya. HM

%d blogger menyukai ini: