30 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Telan Biaya 12 Miliar untuk Menginap di Hotel Mewah Selama 10 Tahun, Nenek Ini Bocorkan Pekerjaannya

Berita ini diberdayakan untuk grid.id

Kisah seorang wanita paruh baya yang tinggal bertahun-tahun di hotel bersama anak-anaknya benar-benar mengejutkan masyarakat. Wanita berinisial CW itu tinggal bersama kelima anak adopsinya di sejumlah hotel mewah di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.


© Disediakan oleh PT Prima Infosarana Media Habiskan 12 Miliar Menginap di Hotel Selama 10 Tahun, Nenek Ini Ungkap Sumber Uang yang Dimilikinya’ (banjarmasin.tribunnews.com)

Dikutip oleh kompas.com, Kanit V Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKP Hasiati Lawole mengatakan, CW sempat tinggal di Twin Plaza Hotel, Slipi, Jakarta Barat. Kemudian, CW dan lima anak adopsinya juga tinggal di Hotel Menara Peninsula yang juga terletak di Slipi.

“Terakhir CW tinggal di Hotel Le Meridien di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, sejak tahun 2015 (sebelumnya ditulis 2005),” kata Hasiati kepada Kompas.com, Selasa (13/3/2018).

Ia mengatakan, di Hotel Le Meridien, CW menyewa dua kamar dengan harga sewa sekitar Rp 1,5 juta per hari.

“Berarti di Hotel Le Meridien CW mengeluarkan uang Rp 3 juta dalam satu hari hanya untuk tempat tinggal. Belum lagi untuk makan dan kebutuhan lainnya,” ujarnya. Jalan-jalan ke Luar Negeri Ia tak mengetahui berapa harga sewa dua hotel lain yang pernah ditinggali CW dan anak-anak adopsinya.

Dua hotel lainnya juga hotel yang bagus, jadi pasti mahal juga. Nanti kami akan selidiki juga,” ucap Hasiati. Ia mengatakan, selama 2011-2014, CW menyewa sebuah rumah di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Peninsula Hotel, Jakarta booking.com Peninsula Hotel, Jakarta

“Tapi, di tahun itu ia masih tinggal di Hotel Peninsula. Rumah itu katanya cuma digunakan untuk menaruh barang-barangnya,” katanya.

Hingga kini, penyidik Polda Metro Jaya masih menelusuri asal mula uang CW untuk menunjang kehidupan mewahnya. Pasalnya, CW diketahui berpendidikan rendah dan suaminya telah meninggal.

Ia merasa biaya hidup mewah yang dikeluarkan CW untuk kelima anaknya terkesan sangat janggal.

“Tiga anaknya diajak berlibur ke luar negeri, dua anak lainnya tidak diajak karena dokumen kelahiran tidak lengkap sehingga tidak bisa urus paspor. Anak-anak itu juga menjalani program homeschooling yang pasti biayanya tidak murah,” ujar Hasiati. \

Dikutip dari Grid.id, Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono bercerita mengenai hal tersebut.

“Dia itu menyampaikan, dia bisa mengobati orang, kayak supranatural. Jadi ada orang-orang yang dibantu, yang kasih fasilitasnya. Selain itu dia juga punya warisan,” kata Argo.

Saat ditemui di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Minggu (18/3/2018), Argo mengatakan, imbalan hasil pengobatan yang dilakukan CW bukan hanya berupa uang.

Adapula yang berupa fasilitas tempat tinggal yakni hotel. “Dia menyembuhkan dan ada yang konsultasi, kayak supranatural. Salah satu yang di dapat fasilitas kayak hotel,” sebut Argo. Gimana menurut IDEA lovers? (*)

%d blogger menyukai ini: