27 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Pria Penjual Teh Pinggir Jalan di India Ini Telah Menulis 25 Judul Buku

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaLaxman Rao, pria India berusia 66 tahun, yang bekerja sebagai penjual teh di pinggir jalanan di India, dan juga penulis 25 judul buku.AL-ARABIYA / YOUTUBE

Jangan nilai buku dari sampulnya. Jangan nilai seseorang hanya dari penampilan luarnya saja.

Pepatah tersebut mungkin tepat untuk menggambarkan sosok Laxman Rao, seorang pria penjual teh di pinggiran jalan di New Delhi, India.

Meski dalam kesehariannya dia adalah seorang penjual teh, namun Rao ternyata juga adalah seorang penulis. Bahkan, dia telah menulis hingga 25 judul buku.

Melansir dari video yang dirilis Al Arabiya, Senin (31/12/2018), dikisahkan bagaimana keseharian Laxman Rao, seorang penjual teh yang berhasil meraih mimpinya untuk menjadi penulis.

Rao lahir pada 1952 di sebuah desa bernama Amravati. Dia mengaku sebagai penggemar dari seorang penulis novel bernama Gulshan Nanda, seorang penulis novel asal Gujranwala, Pakistan.

“Saya adalah pembaca setia tulisan karya Gulshan Nanda. Dia adalah inspirasi pertama saya,” kata Rao.

“Saya datang ke Delhi dan berpikir untuk dapat menjadi seorang penulis yang populer seperti dirinya. Dan saya percaya saya mampu meraih hal itu,” tambahnya.

Lalu apa rahasianya hingga dapat menelurkan hingga 25 judul buku di sela kesibukannya berjualan teh? Rao menjawab, kuncinya ada pada ketekunan dan manajemen waktu.

“Saya telah menulis hingga 25 buku. Saya pandai dalam manajemen waktu,” ujar Rao.

“Saya selalu menghabiskan sekitar lima jam untuk membaca dan menulis, setiap harinya, setelah saya selesai berjualan teh.”

“Saya menulis tujuh sampai delapan halaman setiap hari. Dengan cara itulah saya dapat terus mengerjakan buku baru saya,” tambah Rao.

Lalu, apakah dia mendapatkan uang dari hobinya menulis buku? Diakui Rao, dirinya benar-benar mendapatkan uang dari menjual buku-buku karyanya, meski hasilnya dinilai masih belum terlalu banyak.

“Saya benar-benar mendapat uang dari menjual buku-buku saya,” ujar dia.

“Saat pembeli datang kepada saya pertama kali, mereka hanya tahu jika saya berjualan teh.”

“Dan ketika mereka menemukan bahwa saya juga adalah seorang penulis, beberapa dari mereka membeli buku saya,” tambahnya.

Rao mengaku sebanyak 18 judul dari 25 buku karyanya telah dipublikasikan. “Saya membayar pihak penerbit agar buku saya dapat dipublikasikan,” ujar dia.

“Buku-buku saya juga tersedia di Kindle (buku digital) dan Amazon,” imbuhnya.

Rao membuktikan bahwa mimpi dapat diraih tanpa mengenal usia dan latar belakang. Hal itu ditunjukkan dengan keberhasilannya menjadi seorang penulis meski pekerjaan sehari-harinya adalah berjualan teh.

“Saya telah berumur 37 tahun saat lulus dari sekolah menengah atas. Saya berusia 50 tahun saat menyelesaikan gelar sarjana dan merampung gelar master ketika sudah 63 tahun.”

“Sekitar 50 tahun lalu, saya memutuskan bahwa saya akan menjadi seorang penulis dan saya telah meraih mimpi saya,” pesan Rao yang tahun ini berusia 66 tahun.

Editor: Agni Vidya Perdana

Sumber: Al Arabiya

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: