27 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Murah Meriah, Mobil-mobil Ini Justru Enggak Laku di 2018

Berita ini diberdayakan untuk viva.co.id

 Tingginya minat akan kendaraan murah, membuat low cost green car di Indonesia menjadi salah satu andalan pabrikan mobil. Hal ini bisa dilihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo.

Selama Januari sampai November 2018, penjualan dari pabrik ke diler untuk LCGC mencapai angka 212,095 unit. Tapi dalam periode tersebut, hanya beberapa mobil yang angka penjualannya cukup memuaskan.

Toyota Calya berhasil memikat sebagian besar konsumen di Tanah Air. Dengan menawarkan konfigurasi tujuh penumpang, selama 11 bulan penjualan dari pabrik ke diler mobil tersebut mencapai 59.244 unit.

Disusul oleh saudara kandungnya, Daihatsu Sigra, yang berhasil mengukir angka 46.222 unit pada periode yang sama. Masih di kelas LCGC, untuk mobil dengan konfigurasi lima penumpang, Honda Brio Satya berhasil terjual 42.638 unit.

Renault Kwid.

© VIVA Renault Kwid.

Lalu diikuti Toyota Agya 26.936 unit dan Daihatsu Ayla 24.967 unit. Sementara, Datsun GO+, Datsun GO dan Suzuki Karimun Wagon R sebagai model yang lebih dulu terjun di pasar LCGC, nasibnya bisa dikatakan kurang beruntung di 2018.

Penjualan ketiga mobil tersebut hanya sekitar tujuh persen, jika dibandingkan angka penjualan Calya sebagai pemimpin pasar. Datsun GO+ dan GO hanya terjual 7.852 unit, sementara Wagon R hanya terjual 4.236 unit dalam periode yang sama. (kwo)

Di luar kelas LCGC, masih ada mobil dengan harga murah yang nasibnya kurang beruntung, bahkan mengenaskan, yakni Renault Kwid. Meski dibanderol Rp121,6 juta sampai Rp135,7 juta, penjualannya selama 11 bulan hanya 49 unit.(Yunisa Herawati, Jeffry Yanto Sudibyo)

%d blogger menyukai ini: