24 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Semburan Lumpur di Tangerang, Begini Penjelasan Pakar Geologi

Berita ini diberdayakan untuk viva.co.id

Semburan lumpur yang muncul dari proyek galian PLN di Perumahan Cipondoh Tangerang sempat menghebohkan publik. Semburan lumpur tersebut tersebar luar dan viral ke pengguna WhatsApp dan media sosial. 

Awalnya kejadian ini dinilai fenomena alam namun penyelidikan kepolisian menemukan, semburan lumpur itu dampak dari proyek galian PLN. 

Munculnya lumpur itu dikomentari oleh pakar geologi, Rovicky Putrohari. Menurut analisisnya dengan melihat peta lingkungan sekitar munculnya semburan lumpur, kejadian itu merupakan fenomena biasa bukan fenomena alam. 

“Kalau menurut saya itu biasa terjadi pada batuan lunak, masih berupa lumpur, yang terjebak di bawah dan keluar saat dilakukan pengeboran,” ujar Rovicky kepada VIVA, Senin 31 Desember 2018. 

Titik munculnya semburan lumpur di Tangerang

© VIVA Titik munculnya semburan lumpur di Tangerang

Dari analisis sekitar lingkungan lokasi semburan lumpur, Rovicky mengatakan, daerah sekitar berdekatan dengan Sungai Angke. 

Rovicky menduga titik munculnya semburan lumpur merupakan bekas rawa dari Sungai Angke. Karena bekas rawa, profil tanah di titik tersebut belum begitu solid. 

“Ada endapan lumpur yang terjebak, di bawahnya yang masih belum terbatukan. Masih berupa lumpur dan keluar saat ada lubang sumur yang menembusnya,” jelas mantan Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia.

Karakteristik pola aliran Sungai Angke, jelas Rovicky, juga bisa menjadi kunci untuk memahami lingkungan sekitar. Menurutnya, Sungai Angke yang berkelok-kelok menunjukkan daerah yang sangat landai.  

Rovicky menjelaskan, tak bisa memastikan pada kedalaman berapa lumpur bekas rawa sekitar Sungai Angke. Kedalaman lumpur tergantung saat pengurugan area tanah tersebut. Menurutnya bisa perkiraan beberapa meter atau belasan meter. 

Kepolisian Sektor Cipondoh mengecek lokasi adanya semburan lumpur di kawasan Perumahan Green Lake, Cipondoh, Tangerang, yang sempat menghebohkan warga setempat.

Pada Minggu 30 Desember 2018,Kapolsek Cipondoh, Kompol Sutrisno memastikan, semburan lumpur tersebut merupakan dampak dari galian kabel yang dilakukan oleh PLN.

Semburan tersebut berawal dari adanya proses pengeboran tanah sepanjang ratusan meter, setelah itu pipa dari PLN dimasukkan ke lubang bekas bor dengan cara ditarik sepanjang ratusan meter, sehingga dengan waktu yang bersamaan pipa ditarik, terjadi semburan lumpur halus pada Sabtu 29 Desember 2018, yang sempat dikira warga fenomena alam lumpur panas. (dhi/Amal Nur Ngazis)

%d blogger menyukai ini: