26 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Polisi Mesir Bunuh 40 “Teroris” Pasca-insiden Ledakan Bom di Giza

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaGambar yang diambil pada 28 Desember 2018 memperlihatkan lokasi kejadian insiden bom meledak ketika bus berisi turis Vietnam melintas di dekat Piramida Giza, Mesir. Insiden itu menewaskan empat orang dan melukai 11 orang lainnya.AFP?MOHAMED EL-SHAHED

Kepolisian Mesir mengklaim telah menembak mati 40 orang diduga teroris sejak insiden ledakan bom yang terjadi di dekat Piramida Giza.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan, polisi melakukan dua penyerbuan yang brlangsung di kawasan Provinsi Giza dan Sinai Utara.

Dilansir AFP Sabtu (29/12/2018), dalam serangan di Giza sebanyak 30 terduga teroris tewas. Sedang sisanya ditembak di Sinai Utara.

Kementerian menjelaskan telah menerima informasi bahwa para terduga teroris mempersiapkan rencana untuk melakukan serangkaian serangan.

“Informasi yang kami dapat, mereka berniat menyerang tempat wisata, pasukan keamanan dan polisi, serta gereja,” terang kementerian.

Selama penyerbuan, selain menewaskan teroris, polisi juga mengamankan sejumlah besar senjata, amunisi, dan bahan untuk membuat bom.

Sebelumnya, sebuah bom meledak ketika bus berisi rombongan turis Vietnam melintas di dekat kompleksi Piramida Giza pada Jumat sore (28/12/2018) waktu setempat.

Akibatnya, tiga orang turis Vietnam dan satu pemandu Mesir tewas. Sementara 11 turis Vietnam lain dan sopir Mesir terluka.

Kantor Jaksa Mesir menyatakan, bom rakitan tersebut dipasang di dinding jalanan Mariyutiya, Distrik Al-Haram yang berlokasi dekat kompleks piramida.

Salah satu korban Lan Le kepada Sky News mengatakan mereka mengunjungi piramida untuk melihat pertunjukkan sinar dan cahaya.

“Semua orang berteriak. Suasananya sangat mengerikan. Setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi,” tutur perempuan 41 tahun itu.

Perdana Menteri Mostafa Madbouly menjelaskan, bus berisi 14 turis Vietnam itu menyimpang dari jalur yang direncanakan tanpa memberi tahu pihak keamanan.

Editor: Ardi Priyatno Utomo

Sumber: AFP

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: