29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Timses: Jokowi Siap Terima Tawaran Tes Baca Alquran

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Jokowi di Pesantren Al-Amien Tegal [mau dipakai LIPSUS]

© Disediakan oleh Kumparan Jokowi di Pesantren Al-Amien Tegal [mau dipakai LIPSUS]

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, menyatakan pihaknya siap memenuhi tawaran tes membaca ayat Alquran dari Ikatan Dai Aceh.

“Kita dari pihak TKN, menyatakan Pak Jokowi sangat siap menerima tawaran yang diberikan kawan-kawan Ikatan Dai Aceh,” kata Arya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/12).

Arya mengatakan, pihaknya bisa memahami alur pikir Ikatan Dai Aceh sehingga mengeluarkan tawaran itu. Pasalnya, di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), salah satu syarat untuk bisa menjadi pemimpin adalah bisa membaca Alquran dan mengaji.

“Kita yakin Pak Jokowi siap dan menyatakan kesiapannya untuk menerima ajakan dan undangan dari kawan-kawan Ikatan Dai Aceh. Intinya siap,” tegas Arya.

Arya Sinulingga, Jubir Jokowi-Ma'ruf

© Disediakan oleh Kumparan Arya Sinulingga, Jubir Jokowi-Ma’ruf

Arya mengaku Jokowi-Ma’ruf Amin menghargai permintaan dari masyarakat Aceh ini. Menurut Arya, masyarakat Aceh memang dikenal sangat menjunjung ajaran agama Islam.

“Bahkan kalau kubu Prabowo meminta, misalnya, dibuat tertutup dan hanya didengarkan oleh para juri, itu pun kita bersedia,” tandas Arya.

Dewan Ikatan Dai Aceh mengusulkan adanya tes membaca Alquran bagi kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Tantangan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak di Banda Aceh, Sabtu (29/12).

“Untuk mengakhiri polemik Keislaman capres dan cawapres, kami mengusulkan tes membaca Alquran kepada kedua pasangan calon,” kata Tgk Marsyuddin.

Jokowi berbincang dengan Ma'ruf Amin

© Disediakan oleh Kumparan Jokowi berbincang dengan Ma’ruf Amin

Pihaknya berencana mengundang kedua pasangan calon untuk mengikuti tes membaca Alquran. Tes membaca Alquran akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada 15 Januari 2019. 

Tes membaca Alquran tidak memengaruhi keputusan KPU. Namun sebagai langkah awal untuk mengakhiri politik identitas yang sudah telanjur terjadi. Tgk Marsyuddin menyebut bahwa ormas lainnya di sejumlah daerah di Indonesia juga sudah lebih dulu mengusulkan tes membaca Alquran bagi capres dan cawapres.(Kelik Wahyu Nugroho)

%d blogger menyukai ini: