26 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Beredar Video Lumpur Panas Mengalir di Perumahan Tangerang, Ini Penjelasan Polisi

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaTersebar video di media sosial yang memperlihatkan cairan diduga lumpur panas keluar dari tanah di salah satu kompleks perumahan di Cipondoh, Tangerang. Pihak kepolisian membantah bahwa cairan yang keluar merupakan lumpur panas. Cairan tersebut hanya lumpur biasa yang ikut keluar setelah petugas PLN melakukan pengeboran dan memasukan pipa ke dalam tanah, Sabtu (29/12/2018).DOK. POLSEK CIPONDOH

Sebuah video beredar di media sosial Instagram yang memperlihatkan cairan kental berwarna gelap keluar dari sebuah lubang tanah. Cairan tersebut meluber beberapa meter dari sumber keluarnya cairan.

Keterangan di beberapa akun Instagram yang menyebarkan video tersebut menyebutkan, cairan itu merupakan lumpur panas yang keluar setelah petugas dari PLN melakukan pengeboran di salah satu kawasan perumahan yang berada di Cipondoh, Karang Tengah, Tangerang.

Terkait kabar tersebut, Kapolsek Cipondoh Kompol Sutrisno membantah bahwa cairan yang keluar merupakan lumpur panas. Sutrisno mengatakan, cairan tersebut hanya lumpur biasa yang ikut keluar setelah petugas PLN memasukan pipa ke dalam tanah.

“Itu bukan lumpur panas. Saya cek langsung ke TKP, itu faktanya,” ujar Sutrisno saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (29/12/2018).

Sutrisno menuturkan, awalnya petugas PLN melakukan pengeboran untuk pemasangan kabel bawah tanah di Perumahan Metland, Cipondoh, Jumat (28/12/2018) malam.

Petugas mengebor dan membut lubang di beberapa titik dengan jarak sekitar 200-500 meter per titik.

Saat pipa dimasukan ke salah satu lubang dan dikeluarkan dari lubang lainnya, lumpur yang berada di bawah tanah ikut keluar.

Setelah 20 menit, lumpur berhenti mengalir. Petugas kemudian melakukan pembersihan dan pengerjaan kabel kembali dilanjutkan.

Sutrisno mengatakan, hingga saat ini tidak ada lumpur yang mengalir dari lubang yang sebelumnya dibor.

“Kayak bikin sumur bor, cuma karena ini tarikannya panjang (lumput halus keluar),” ujar Sutrisno.

Penulis: Kontributor Jakarta, David Oliver Purba

Editor: Sabrina Asril

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: