1 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Investasi Industri Non-Migas Capai Rp226 Triliun di Akhir 2018

Berita ini diberdayakan untuk tirto.id

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/9/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/9/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Oleh: Hendra Friana – 26 Desember 2018Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto mengatakan, nilai investasi non-migas pada akhir 2018 akan mencapai Rp226,18.tirto.id – Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto, menyebut bahwa investasi industri di sektor non-migas akan mencapai Rp226,18 triliun hingga 31 Desember mendatang. 

Menurutnya, angka tersebut dapat menumbuhkan populasi industri dalam negeri dan menambah jumlah oordukfidifas yang dapat digunakan sebagai substitusi impor.

Selain itu, kata Airlangga, total tenaga kerja di sektor industri yang telah terserap sebanyak 18,25 juta orang.

“Populasi industri besar dan sedang bertambah sebesar 6 ribu unit usaha. Industri kecil mengalami penambahan jumlah industri yang mendapatkan izin sebanyak 10 ribu unit usaha,” ujarnya di Jakarta, Rabu (26/12/2018). 

Untuk mendorong pemerataan, kata Airlangga, Kementeriannya juga tengah fokus mengakselerasi pembangunan kawasan industri di luar Jawa.

Karena itu lah pada 2019, Kemenperin menargetkan untuk merampungkan pembangunan 18 kawasan industri di luar Jawa. 

“Di samping itu, 10 kawasan industri yang termasuk proyek strategis nasional (PSN) sudah beroperasi hingga akhir November lalu,” tuturnya.

Airlangga juga memprediksi bahwa di tahun 2019 industri pengolahan non-migas akan tumbuh hingga 5,4 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi yang dipatok pada angka 5,3 persen. 

Sektor industri yang memberi kontribusi tinggi, di antaranya industri mamin bakal tumbuh sebesar 9,86 persen.

Selanjutnya, pertumbuhan industri mesin diharapkan akan menembus 7 persen, industri TPT sebesar 5,61 persen, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki 5,40 persen, serta industri barang logam, komputer, dan barang elektronika 3,81 persen.

“Pada tahun depan, kami juga akan genjot sektor itu agar mampu meningkatkan nilai ekspor, terutama yang punya kapasitas lebih. Selain itu dapat mendorong pengoptimalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN),” imbuhnya.

Baca juga:

Baca juga artikel terkait INDUSTRI NON MIGAS atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id – Ekonomi) 

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Yandri Daniel Damaledo

%d blogger menyukai ini: