14 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Arcandra: Dua Kontrak Blok Migas Pindah ke Gross Split di Awal 2019

Berita ini diberdayakan untuk tirto.id

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar didampingi Kepala SKK Migas Dwi Sucipto menyampaikan kata sambutan seusai menyaksikan penandatanganan kontrak bagi hasil Wilayah Kerja (WK) Sengkang dan WK East Sepinggan di Kantor KESDM, Jakarta, Selasa (11/12/2018). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar didampingi Kepala SKK Migas Dwi Sucipto menyampaikan kata sambutan seusai menyaksikan penandatanganan kontrak bagi hasil Wilayah Kerja (WK) Sengkang dan WK East Sepinggan di Kantor KESDM, Jakarta, Selasa (11/12/2018). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Oleh: Hendra Friana – 20 Desember 2018Arcandra Tahar menyatakan akan ada dua kontrak blok migas beralih dari skema Cost Recovery ke Gross Split, pada Januari 2019.tirto.id – Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan dua kontrak blok migas akan berpindah memakai skema Cost Recovery menjadi Gross Split pada awal 2019. 

Dengan begitu, kata Arcandra, jumlah kontrak Blok Migas yang memakai skema Gross Split akan kembali bertambah pada Januari mendatang. Saat ini, sudah ada 32 kontrak blok migas yang beralih maupun baru dimulai dengan skema Gross Split. 

“Semoga minggu ketiga Januari [2019], existing blok eksplorasi pindah. Satu conventional, [yang] satu [lainnya] unconventional. Offshore [yang] satu, onshore satu [lainnya],” kata Arcandra di kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018).

Dia menjelaskan dua kontrak yang akan berubah memakai skema Gross Split itu merupakan bagian dari 7 kontrak blok migas yang rencananya akan pindah ke skema Gross Split. 

Baca juga: Kontrak Blok South Jambi B Diteken, Pakai Skema Gross Split
Akan tetapi, Arcandra masih merahasiakan nama perusahaan dan blok yang akan dikelola dengan skema Gross Split tersebut. Dia enggan menyebutnya karena, hingga saat ini, Kementerian ESDM masih mengevaluasi dua kontrak yang akan berubah dari Cost Recovery ke Gross Split itu.

Salah satu yang sedang dievaluasi ialah soal perhitungan bagi hasil yang dapat diperoleh kontraktor dan pemerintah dari dua kontrak tersebut. 

Sebelumnya, sudah ada kontraktor eksisting yang baru berubah ke gross split yakni ENI SPA di Blok East Sepinggan Kalimantan Timur. ENI menjadi perusahaan pertama yang mengubah kontrak skema Cost Recovery menjadi Gross Split.

Dengan skema tersebut, ENI SPA memperoleh bagi hasil 67 persen untuk minyak serta 72 persen gas dari kumulatif bagi hasil awal (base split) dan variabel split. Penerimaan negara dari Blok East Sepinggan itu diproyeksikan mencapai 1.648 miliar dolar AS hingga kontrak berakhir pada 19 Juli 2042.

Baca juga: Kontrak Gross Split Blok Sengkang & East Sepinggan Diteken Hari Ini
Baca juga artikel terkait EKSPLORASI MIGAS atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id – Ekonomi) 

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Addi M Idhom

%d blogger menyukai ini: