21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

PGN Resmi Akuisisi Pertagas Senilai Rp20,18 Triliiun

Berita ini diberdayakan untuk tirto.id

Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memeriksa kesiapan gas sebelum didistribusikan ke masyarakat menggunakan Gaslinktruck PGN di kantor PGN Pusat, Jakarta, Jumat (16/11/2018). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memeriksa kesiapan gas sebelum didistribusikan ke masyarakat menggunakan Gaslinktruck PGN di kantor PGN Pusat, Jakarta, Jumat (16/11/2018). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Oleh: Hendra Friana – 28 Desember 2018Dibaca Normal 1 menitPGN resmi mengakuisisi Pertagas dengan nilai pembelian mencapai Rp20.1 triliun.tirto.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk telah menyelesaikan proses akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) dalam rangka pembentukan Holding BUMN Migas.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan akuisisi itu diselesaikan dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sales Purchase Agreement/SPA) Saham Pertagas antara Pertamina dan PGN. 

“Kami resmi menjadi Sub Holding Gas karena proses akuisisi Pertagas dan seluruh anak usahanya telah selesai,” kata Gigih di Kementerian BUMN, Jakarta pada Jumat (28/12/2018). 

PGN dan Pertamina juga telah melakukan penilaian (valuasi) kembali atas akuisisi Pertagas. Hal ini dilakukan lantaran 4 anak usaha Pertagas diikutsertakan dalam pengambilalihan saham ini. 

Empat anak usaha Pertagas itu: PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta-Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas.

Semula, pada saat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA) yang dilakukan pada 29 Juni 2018, PGN direncanakan hanya mengakuisisi Pertagas dan satu anak usahanya, PT Pertagas Niaga saja. 

Menurut Gigih, para pihak telah melakukan sejumlah proses di antaranya due diligence (uji tuntas), valuasi dan audit untuk laporan keuangan Pertagas dan seluruh anak perusahaannya. 

“Alhamdulillah beberapa tahapan tersebut sudah selesai dan telah mendapatkan persetujuan dari internal PGN dan Pertamina,” ujar Gigih. 

Setelah valuasi tersebut dilakukan, kata Gigih, nilai pengambilalihan saham Pertagas dan 4 anak perusahaannya mengalami perubahan. 

Harga pembelian semula sebesar Rp16,6 triliun untuk 2.591.099 lembar saham dari Pertagas atau setara 51 persen atas Pertagas dan Pertagas Niaga.

Setelah diputuskan 4 anak usaha juga diikutsertakan dalam akuisisi ini, harga pembelian menjadi Rp20,1 triliun untuk 2.591.099 lembar saham dari Pertagas atau setara 51 persen dari saham di Pertagas, termasuk kepemilikan di seluruh anak perusahaannya. 

Terkait skema pembayaran akuisisi tersebut, PGN akan melakukan dalam 2 tahap. “Tahap pertama sebesar 50 persen dari total harga pembelian atau ekuivalen Rp10 triliun akan menggunakan skema pembayaran tunai,” kata dia.

Sementara untuk tahap kedua, menurut Gigih, perseroan akan menerbitkan Promissory Note sebesar 50 persen dari total harga pembelian.

“PGN bersama dengan Pertagas siap untuk menjadi tools strategic negara dalam mewujudkan visi pemerintah mendorong gas bumi sebagai engine of growth [mesin pertumbuhan],” kata Gigih. 

Direktur Utama PT Pertamina Gas Wiko Migantoro menambahkan, setelah proses integrasi selesai, Pertamina sebagai Holding BUMN Migas mengarahkan PGN selaku Subholding Gas untuk mengelola bisnis gas secara terintegrasi di Indonesia. 

“Pertagas akan diintegrasikan sebagai anak usaha PGN, dalam kerangka Holding BUMN Migas sebagaimana ditetapkan PP Nomor 06 Tahun 2018,” ujar Wiko.
Baca juga artikel terkait HOLDING BUMN MIGAS atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id – Ekonomi) 

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Addi M Idhom

%d blogger menyukai ini: