5 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Tentang Biaya Rp 14,5 Juta untuk Memulangkan Aa Jimmy dan Keluarga

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Aa Jimmy

© Disediakan oleh Kumparan Aa Jimmy

Wali Care, pihak yang membantu keluarga Aa Jimmy mengurus pemulangan jenazah pria bernama asli Heriyanto beserta istri dan dua anaknya membenarkan harus mengeluarkan uang dalam proses di RSUD Dradjat Prawiranegara Serang. Total, Wali Care mengeluarkan uang sebesar Rp 14,5 juta untuk pengurusan lima jenazah. 

“Totalnya itu Rp 14,5 juta untuk lima jenazah,” ujar Sektretaris Jenderal Wali Care, Andy Kristianto, saat dihubungi kumparan, Sabtu (29/12). 

Aa Jimmy beserta istri dan dua orang anaknya menjadi korban tewas dalam peristiwa tsunami Selat Sunda, Sabtu (22/12) lalu. Saat itu Aa Jimmy sedang mengisi acara gathering karyawan perusahaan BUMN di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten, bersama grupnya, Duo Jigo. 

Selain keluarga Aa Jimmy, istri dari rekan Aa Jimmy di Duo Jigo, Ade Jigo juga tewas. Serta seorang roadman Duo Jigo, Juli Resnania. 

Andi menuturkan, dana sebesar Rp 14,5 juta dikenakan untuk biaya pemulasaran jenazah, formalin dan satu peti jenazah. Sementara untuk ambulans, Wali Care membawa kendaraan operasional sendiri. 

“Jadi yang empat orang itu di angka Rp 2,3 juta. Empat orang ini untuk jenazah almarhumah istrinya Ade Jigo, Meiyuza, untuk Road Man kita, Julia Resnania. Kemudian untuk Aa Jimmy dan untuk almarhumah istrinya Aa Jimmy, teh Hati Nur Illah itu. Sementara untuk anak kedua Aa Jimmy, sebesar Rp 4,5 juta karena menggunakan peti jenazah,” kata Andy.  

Andy awalnya tak mengetahui jika pengurusan jenazah dikenakan biaya. Saat itu ia hanya mengikuti arahan rumah sakit. 

Namun ia mendapati hal berbeda ketika mengambil jenazah putri pertama Aa Jimmy, Radea Putri Anindita. Jenazah yang ditemukan terakhir ini justru tidak dikenakan biaya sepeser pun.

“Kan kita ada enam jenazah ya, yang bayar itu lima jenazah (pertama). Satu jenazahnya itu gratis, yaitu anaknya Aa Jimmy yang pertama. Yang ditemukan terakhir kali itu, digratiskan,” kata Andy.

Andy yang ingin pemulangan jenazah cepat dilakukan, tidak berpikir panjang. 

“Oh ya sudah, kalau kita sih Alhamdulillah karena kita bisa langsung bawa anak ini ke rumah keluarga. Tapi di situ kita bingung, kok enggak bayar. Kemaren-kemaren kita dimintain biaya. ‘Udah pak, yang ini enggak usah bayar’,” ujar Andy menirukan ucapan petugas.  

Namun sebelumnya Andy memang mendengar kabar masyarakat banyak yang mengeluh soal biaya pengambilan jenazah. 

Lebih lanjut Andy mengatakan, Wali Care tidak mempermasalahkan biaya yang telah dikeluarkan. Kalaupun nantinya pihak rumah sakit mengembalikan, Wali Care akan mendonasikannya ke korban tsunami lainnya. 

Kendati demikian ia menyayangkan permasalahan biaya ini timbul. Hal ini bisa memperlambat proses pengambilan jenazah oleh pihak keluarga. 

“Kalau memang nyata-nyatanya itu memang tidak ada biaya, seharusnya ya seperti itu tanpa biaya. Janganlah mungut-mungut, kasihan buat masyarakat yang sudah jadi korban terus pontang-panting cari uang buat biaya keluar jenazah. Kan kasihan,” ungkap Andy. 

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa sebelumnya membantah ada pungutan dalam pengambilan jenazah korban tsunami Selat Sunda. Menurutnya, uang yang dikeluarkan untuk keluarga yang meminta jenazah diawetkan, disiapkan peti mati dan pengantaran ke Jakarta. 

Hal itu, ujar Pandji, tidak masuk dalam standar Kejadian Luar Biasa (KLB) yang bisa ditanggung rumah sakit.(Hazliansyah Hazliansyah)

%d blogger menyukai ini: