30 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Trump Ungkap Identitas Rahasia Anggota Navy Seals

Berita ini diberdayakan untuk republika.co.id

Usai mengunjungi pasukan AS di Irak, Presiden AS Donald Trump mengunggah sebuah video di Twitter saat ia berpose dengan anggota Navy Seals. Video itu menunjukkan anggota Seal Team Five yang wajahnya tidak ditutup atau dikaburkan.

Trump terlihat berswafoto dengan Letnan Kyu Lee dari Angkatan Laut. Lee dilaporkan bertugas sebagai pendeta untuk Seal Team Five, yang berbasis di Coronado, California.

“Pada satu titik Kyu Lee mengatakan kepada Trump bahwa dia adalah pendeta untuk Seal Team Five. Lee ingat Trump mengatakan kepadanya, “Hei, kalau begitu, mari kita ambil gambar”,” tulis Brian Bennet dari Majalah Time dalam sebuah laporan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

© VOA Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Pejabat Departemen Pertahanan AS mengatakan kepada Newsweek, lokasi dan identitas anggota Navy Seals selalu dirahasiakan. Trump, sebagai panglima tertinggi militer AS, memiliki wewenang untuk mendeklasifikasi informasi tersebut.

Namun, biasanya wajah masing-masing anggota operasi khusus itu dikaburkan dalam foto dan video resmi untuk melindungi identitas mereka.

Trump mengunggah video itu ke akun Twitter pribadinya dari Air Force One setelah pesawat tersebut meninggalkan Irak. Video itu juga menunjukkan, Trump mengacungkan jempol ketika ia dan ibu negara, Melania Trump, berdiri dengan pasukan Seal Team Five.

Baca juga, Donald Trump Puji Dirinya Sendiri.

Ia kemudian berjabat tangan dengan anggota-anggota itu yang mengenakan seragam tempur, helm, dan kacamata malam. Lagu God Bless the USA diputar sebagai latar belakang video. “Saya dan Melania merasa terhormat untuk mengunjungi pasukan kami yang luar biasa di Pangkalan Udara Al Asad di Irak. GOD BLESS THE USA!” tulis Trump.

Trump tiba di Irak sehari setelah Hari Raya Natal. Kedatangannya itu merupakan tanggapan atas kritik dari sejumlah pihak yang mengatakan Trump tidak pernah mengunjungi pasukan AS yang ditempatkan di luar negeri.

Kunjungan tersebut bersifat rahasia. Wartawan yang ikut dengannya diminta untuk menyetujui rincian perjalanan dan tidak menulis laporan sampai ia selesai bertemu dengan sekitar 100 tentara yang sebagian besar merupakan pasukan operasi khusus AS di Irak dan Suriah.

Malcolm Nance, mantan spesialis intelijen angkatan laut AS, mengatakan kepada Newsdaybahwa video itu adalah sebuah pelanggaran protokol. AS biasanya melindungi identitas anggota pasukan khusus yang ditempatkan di zona pertempuran.

“Keamanan operasional adalah aspek terpenting dari penyebaran personel. Nama asli, wajah, dan identitas personel yang terlibat dalam operasi atau kegiatan khusus, biasanya dirahasiakan di zona pertempuran,” kata Nance seperti dikutip the Guardian.( Teguh Firmansyah )

%d blogger menyukai ini: