21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Polisi: Priyanto Bisa Tentukan Wasit Sesuai ‘Pesanan’

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Ilustrasi wasit

© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi wasit

Tiga orang tersangka telah ditetapkan dalam kasus dugaan pengaturan skor. Mereka adalah anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, eks anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto dan putrinya Anik Yuni Artika Sari.

Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, sebagai mantan anggota Komisi Wasit, Priyanto bisa menentukan wasit mana yang dapat diatur sesuai pesanan. Ia bergerak atas komando dari Johar Lin Eng.

“J ini dia menyuruh komunikasi ke P, P mantan komisi wasit, P tahu, artinya ada 35 wasit, jadi dia tahu, tidak semua wasit bisa diajak kompromi,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (23/12/2018).

“Tetapi tertentu saja yang (bisa) diajak sama dia. Jadi, kalau klub sudah komunikasi dengan dia, tinggal ditentukan wasitnya siapa,” lanjutnya.

Pengaturan Skor

© Disediakan oleh Kumparan Pengaturan Skor

Sementara, Tika–sapaan Anik–yang merupakan putri Priyanto berperan sebagai perantara. Anik, dikatakan Argo, juga berprofesi sebagai wasit futsal.

“Peranannya (Tika) asisten dari pelapor di Banjarnegara. Dia menerima juga uang dari pelapor,” sebut Argo.

Pria yang juga menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya itu mengatakan, Tika bahkan bisa menerima uang Rp 100-200 juta setiap pertandingan.

“Intinya setiap pertandingan mengeluarkan uang Rp 100 juta sampai Rp 200 juta. Di sana dibagi yang terima si A, nanti dia dikirim ke P, dan P nanti ngirim ke J,” jelasnya.

Pengaturan Skor

© Disediakan oleh Kumparan Pengaturan Skor

Sejauh ini, Argo mengatakan, peranan ketiga tersangka masih berkutat di Liga 3 dan Liga 2. Ia mengaku belum menemukan indikasi pengaturan tersebut di level tertinggi kompetisi persepakbolaan Indonesia, Liga 1. “(Liga 1) belum ada,” jawabnya singkat.

Priyanto dan Tika ditangkap Tim Satgas Anti Mafia Bola pada Senin (24/12) lalu di Jawa Tengah. Priyanto diamankan ketika berada di Semarang, sementara Tika di Pati. Sedangkan, Johar diamankan ketika baru mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (27/12).( Maulana Ramadhan )

%d blogger menyukai ini: