13 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Kisah Inspiratif, Kasir Bayar Belanjaan Pembeli Miskin

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co 

Kebaikan yang dilakukan seorang petugas kasir di supermarket Walmart di Princeton, Texas, Amerika Serikat dengan cepat menjadi buah bibir. Kasir yang diketahui bernama John Lopez Jr., 19 tahun, membayar barang belanjaan yang dibeli seorang perempuan miskin di supermarket itu.

Perbuatan baik itu terlihat oleh Laci Simms, salah seorang pembeli di Walmart. Dia sangat tersentuh oleh kebaikan John dan pada 18 Desember 2018 dia menuliskannya ke Facebook. Dengan cepat, kisah kasir berhati mulia ini menjadi viral.

“Saya baru saja menyaksikan remaja ini membayar keranjang belanjaan seorang perempuan yang tak mampu membayar. Perempuan ini berada di antrian di depan saya dan ketika dia kesulitan membayar, kasir ini mengatakan padanya dia akan membayar belanjaannya,” tulis Simms, seperti dikutip dari asiaone.com, Kamis, 27 Desember 2018.

foto

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Total belanjaan yang harus dibayar John cukup banyak, yakni sekitar US$ 110 atau Rp 1,6 juta. Simms bahkan hampir tak percaya John benar-benar membayar belanjaan itu dengan sukarela. Tindakan yang dilakukan John bagi Simms amat menggugah dan memberinya inspirasi dalam sisi kemanusiaan dan generasi muda.

“Dia telah menggugah sisi kemanusiaan saya dan generasi muda yang harus kita banggakan,” tulis Simms.

John bekerja di Walmart sebagai kasir sejak Maret 2018. Uang hasil kerja kerasnya ditabung agar dia bisa melanjutkan sekolahnya ke universitas.

“Perempuan itu mulai menangis dan saya katakan padanya, ‘saya faham, saya mengerti’. Saya hanya merasa Tuhan mengatakan kepada saya agar saya menolongnya,” kata John, saat kebaikannya menjadi viral.

John mengatakan kedua orang tuanya mengajarkan padanya agar menolong orang yang membutuhkan bantuan, termasuk jika ada orang yang patah semangat, John diajarkan untuk memberinya semangat untuk bangkit.

Kebaikan yang dilakukan John sangat menginspirasi. Hal ini telah menggugah komunitas Princeton, Amerika Serikat, untuk membalas kebaikannya dengan melakukan penggalangan dana yang diharapkan bisa membantu John membayar uang kuliah.

%d blogger menyukai ini: