2 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Ibu Ini 3 Kali Selundupkan Sabu ke Lapas via Sandal Putrinya

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaKasat Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Irfan Numansyah gengah memperlihatkan sandal yang telah dimodifikasi sedemikian rupa untuk menyembunyikan sabu. Pelaku S lewat modus tersebut berhasil menyelundupkan sabu ke Lapas Banceuy sebanyak tiga kali. KOMPAS.com/AGIEPERMADI

Seorang ibu membawa serta anaknya menyelundupkan narkoba jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy. Sabu seberat 3 gram itu disembunyikan di dalam sandal yang dipakai anaknya.

Namun, aksinya tersebut bisa digagalkan petugas lapas yang rutin memeriksa pengunjung ketika hendak berkunjung ke Lapas Banceuy.

Kalapas Banceuy Kusnali mengatakan, penyelundupan ini terjadi pada Kamis (27/12/2018) sekiar pukul 11.30 WIB siang.

Saat itu, pengunjung yang diketahui berinisial S (45) ini datang berkunjung bersama anak perempuannya ke Lapas Banceuy.

“Dia mau mengunjungi warga binaan,” katanya saat dihubungi, Kamis (27/12/2018). 

Sesuai aturan, setiap orang yang berkunjung ke lapas akan diperiksa. Saat pelaku S digeledah, petugas menemukan sesuatu terbungkus plastik kecil yang diduga narkotika jenis sabu.

“Didapati sesuatu, diduga sabu-sabu. Disimpan di dalam sandal yang dipakai anaknya,” ujarnya.

Temuan itu langsung dikoordinasikan dengan Satnarkoba Polrestabes Bandung untuk dilakukan pendalaman.

Menurutnya, S sendiri hendak membesuk RF, warga binaan yang menghuni Lapas Banceuy sejak tahun 2016 karena kasus narkoba. Napi RF sendiri divonis 5 tahun 3 bulan penjara.

“Untuk lebih jelasnya, penyidik akan mendalaminya lagi,” katanya.

Sementara itu, di kantor Satnarkoba Polrestabes Bandung, Kasat Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Irfan Nurmansyah mengatakan, wanita tersebut sengaja membawa sabu atas suruhan salah seorang warga binaan berinisial RF.

Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan sementara, S sudah tiga kali menyelundupkan narkoba dengan modus serupa.

“Dia selalu menggunakan modus yang sama, dengan membawa anak kandungnya. Untuk mendapatkan sabunya, pelaku ini di arahkan oleh RF,” jelasnya.

Setiap membawa sabu atas perintah RF, katanya, S mendapat uang sekitar Rp 500.000 sampai Rp 1 juta.

“Pengiriman terakhir yang ini, dari pemeriksaan awal bakal digunakan untuk malam tahun baru,” ujarnya.

Saat ini, S dan RF masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Satnarkoba Polrestabes Bandung.

Penulis: Kontributor Bandung, Agie Permadi

Editor: Farid Assifa

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: