13 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Cerita Janah yang Mulai Berjualan di Dekat Pantai Setelah Tsunami

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Suasana di Pantai Carita

© Disediakan oleh Kumparan Suasana di Pantai Carita

Tsunami yang menerjang Kabupaten Pandeglang, Banten, bukan hanya berdampak pada warga yang tinggal di pesisir pantai. Dampak ekonomi juga terasa oleh warga sekitar yang tidak terkena terjangan gelombang. 

Semisal yang dialami Janah. Perempuan yang membuka rumah makan tidak jauh dari Pantai Carita ini memang tempat berjualannya tidak rusak. Namun, bencana alam membuat tidak ada lagi orang yang datang ke rumah makannya.

Kepada kumparan, Janah bercerita telah meminjam uang Rp 5 juta untuk membeli stok ikan sebanyak tiga kotak. Selain ikan juga ada makanan lain seperti bakso dan sosis yang akan ia jajakan ke wisatawan pada liburan natal dan tahun baru.

“Biasanya habis tiga terpung (kotak penyimpanan ikan) untuk tahun baru dan natal. Ini mah satu kotak saja belum habis,” kata Janah di tempatnya berjualan, Kamis (27/12).

Kabupaten Pandeglang pasca-tsunami

© Disediakan oleh Kumparan Kabupaten Pandeglang pasca-tsunami

Janah sebenarnya masih takut berjualan karena khawatir tsunami susulan. Namun, keperluan ekonomi keluarga membuatnya memberanikan diri.

“Ibu biasanya nginep di pantai. Ini mah mati kutu, tidak bisa. Ini saja diberaniin kami jualan untuk makan anak,” tutur Janah.

Keluarga Janah tidak terdampak oleh tsunami karena jaraknya rumahnya yang jauh dari bibir pantai. “Keluarga selamat semua. Ini di belakang (pantai) Mutiara Carita mah enggak kena. Cuma di (pantai) Mutiara Carita (terdampak),” kata Janah.

Kini Janah hanya bisa membuka warungnya dari 09.00 WIB hingga 24.00 WIB. Mereka yang datang ke rumah makannya bukan lagi wisatawan tapi petugas SAR dan para relawan.(Teuku Muhammad Valdy Arief)

%d blogger menyukai ini: