29 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Sekolah di China Awasi Siswanya Lewat Seragam Antibolos

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Ilustrasi sekolah di China

© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi sekolah di China

Bolos barangkali menjadi salah satu fenomena yang lumrah dilakukan anak sekolah. Apapun alasannya, rasanya hal itu memang enggak bisa dibenarkan. Enggak heran, buat menyiasati hal tersebut, kadang sekolah melakukan tindakan yang kelewat biasa, mungkin dari penerapan hukuman sampai memberi tugas agar jera.

Namun berbeda dengan yang ada pada lebih dari 10 sekolah di Provinsi Guizhou dan Daerah Otonomi Guangxi Zuang di bagian selatan China. Di sekolah tersebut, para siswa menggunakan seragam khusus yang bisa melacak keberadaan mereka supaya enggak bolos.

Cara kerjanya, bila para siswa menggunakan seragam antibolos tersebut, pihak sekolah dapat menerima data rekaman akurat kapan mereka masuk dan keluar sekolah. Secara otomatis, data itu bakal dikirimkan juga ke orang tua dan para guru.

“Saat siswa masuk sekolah, seragam ‘pintar’ ini mengambil foto dan video dari para siswa tersebut,” jelas kepala sebuah sekolah di Provinsi Guizhou, Ran Ruxiang kepada Kantor Berita Perancis, AFP.

Ran mengatakan kalau sekolahnya mulai menerapkan penggunaan seragam antibolos ini pada November 2018 lalu. Sekitar 1.400 atau setara separuh lebih siswa di sekolahnya memakainya. Adapun menurut Lin Zongwu, Kepala Sekolah No. 11 di Renhuai, Provinsi Guizhou, 800 siswa di sekolahnya bahkan sudah menggunakan seragam itu sejak 2016 lalu.

Yang membuat seragam antibolos ini benar-benar istimewa sebenarnya adalah dua buah chip yang terpasang di bahu seragam. Menurut Yuan Bichang, manajer proyek seragam ini dari Guizhou Guanyu Tecnology Company, chip tersebut bisa tahan sampai suhu 150 derajat Celcius dan 500 kali cuci.

Dengan seragam ini, para siswa enggak bisa sekali-kali mencoba membolos. Soalnya, suara alarm otomatis akan menyala saat mereka keluar lingkungan sekolah dengan memakai seragam tersebut.

Lantas kalau seragam tersebut dicopot sebelum bolos bukankah aman-aman saja? Ternyata tidak semudah itu, Ferguso! Melalui bantuan sensor wajah pada kamera yang dipasang di setiap sudut pintu, kalau siswa sampai berani mencopot atau mengganti seragamnya, alarm juga akan tetap berbunyi.

Dengan keberadaan seragam ini, mungkin para siswa dan orang tua punya kekhawatiran karena sekolah bisa mengawasi aktivitas siswa di manapun mereka berada. Mengenai hal ini, ternyata pengawasan enggak dilakukan setiap saat.

“Kami memilih tidak mengecek lokasi akurat dari para siswa setelah (pulang) sekolah, akan tetapi ketika siswa enggak ada di sekolah dan bolos kelas, seragam ini bakal membantu melacak keberadaan mereka,” ujar Lin sebagaimana dikutip dari Global Times.(Agaton Kenshanahan)

%d blogger menyukai ini: