25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Otoritas Taiwan Selidiki Keberadaan 152 Turis asal Vietnam yang Hilang

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Otoritas Taiwan tengah menyelidiki 152 wisatawan asal Vietnam yang masuk dengan visa turis dan kini tidak diketahui keberadaannya. Diduga para turis asing tersebut datang ke pulau itu untuk bekerja secara ilegal.

Dilansir dari AFP, Kamis (27/12/2018), para turis Vietnam itu memperoleh visa di bawah inisiatif yang diluncurkan pemerintah Taiwan tiga tahun lalu untuk menarik lebih banyak pengunjung dari Asia selatan dan tenggara ke negara itu.

Sebanyak 153 warga negara Vietnam dilaporkan telah memasuki wilayah Taiwan melalui jalur selatan di Kota Kaohsiung selama akhir pekan.

Dari jumlah tersebut, sejauh ini baru terlacak satu orang, sementara lainnya masih dalam tahap penyelidikan. Demikian disampaikan Badan Imigrasi Nasional Taiwan.

“Satuan tugas khusus telah dibentuk dan akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki para turis yang tidak diketahui keberadaannya, termasuk kelompok di belakang mereka,” kata pernyataan badan tersebut.

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaPengunjung terlihat di salah satu obyek wisata yang ada di Taiwan, yakni Six Giant Rocks Passing di Pegunungan Gajah di Taipei. AFP / DANIEL SHIH

Diberitakan media lokal, para turis yang menghilang diyakini datang ke Taiwan dengan tujuan ingin mencari pekerjaan dan bekerja secara ilegal.

Apabila tertangkap, para turis Vietnam tersebut akan menghadapi ancaman deportasi dan larangan memasuki Taiwan selama tiga sampai lima tahun.

Kementerian Luar Negeri Vietnam menyampaikan kepada AFP, mereka telah meminta pihak berwenang di Taiwan untuk melakukan klarifikasi atas kasus ini dan berkoordinasi agar program-program pariwisata dan pertukaran kedua negara tidak terdampak.

Disampaikan kementerian, visa dari warga Vietnam yang hilang telah dicabut dan kantor perwakilan Taiwan di Vietnam telah menangguhkan penerbitan visa turis untuk 182 warga Vietnam lainnya yang permohonannya telah disetujui Biro Pariwisata.

Pemerintah Taiwan sebelumnya telah meluncurkan program pariwisata yang membidik wisatawaan dari 16 negara di Asia selatan dan tenggara, serta Australia dan Selandia baru.

Upaya tersebut untuk kembali menggairahkan pariwisata di pulau itu setelah kedatangan dari daratan China terus mengalami penurunan.

Jumlah wisatawan dari China dikabarkan mengalami penurunan drastis menyusul hubungan Taipei dengan Beijing yang terus memburuk.

Editor: Agni Vidya Perdana

Sumber: AFP

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: