26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Palsukan Identitas, Johar Lin Eng Pakai Nama Jasmani saat Ditangkap

Berita ini di berdayakan untuk kumparan.com

anggota exco pssi Johar Ling Eng

© Disediakan oleh Kumparan anggota exco pssi Johar Ling Eng

Sikap pesimistis yang sempat menghinggapi pecinta sepak bola nasional akan terungkapnya pengaturan skor tampaknya perlahan mulai berubah. Nada-nada optimistis kini muncul seiring kinerja Satgas Antimafia Bola yang bergerak cepat. 

Pada Kamis (21/12/2018), Satgas Antimafia Bola menangkap Johar Lin Eng yang merupakan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI dan Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah. Johar kini telah berstatus sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yakni Priyanto dan Anik Yuni Artika Sari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya yang juga Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan saat ditangkap, Johar kedapatan menggunakan indentitas palsu.

“Tersangka J ini tadi pagi sekitar jam 09.55 WIB terbang dari Solo menuju ke Jakarta. Tapi, setelah kita cek boarding pass-nya, namanya beda. Dia menggunakan nama Jasmani. Nama orang itu Jasmani,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (27/12).

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi

© Disediakan oleh Kumparan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi

Argo mengatakan saat ini Johar telah ditahan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Jadi kami sedang mendalami dari tersangka J ini perannya apa, kemudian motifnya apa, kemudian hubungannya dengan pelaku lain seperti apa,” kata Argo.

“(Dikenakan) Penipuan, penggelapan, kemudian juga tindak suap. (Ancaman hukuman) di atas lima tahun,” lanjutnya.

Nama Johar Lin Eng mendadak tenar karena disebut-sebut sebagai aktor pengaturan skor yang terjadi di sepak bola Indonesia. Mantan manajer klub Liga 3 Persibara Banjarnegara, Lasmi Indrayanti, menyebut Johar Lin Eng berserta beberapa nama lainnya menerima uang dari pihaknya guna memuluskan timnya promosi ke Liga 2. 

Pengaturan Skor

© Disediakan oleh Kumparan Pengaturan Skor

“Saat itu, Pak Johar mengenalkan saya kepada mafianya ini, yaitu Mr. P. Tadi saya bilang ‘kan kami dicurangi wasit, berarti kami salah jalur. Kalau bolanya mau maju ya katanya sama bapak ini (Mr. P), silahkan kontak-kontak dengan bapak ini,” ujar Lasmi.

Selain Lasmi, Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, juga mengatakan dirinya pernah ditawari oleh Johar Lin Eng menjadi tuan rumah Liga 3. Akan tetapi, saat itu Johar Lin Eng meminta mahar Rp 500 juta untuk mewujudkan hal tersebut.(Maulana Ramadhan)

%d blogger menyukai ini: