31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Cerita Adik Kandung Letkol Dono saat Tahu Kakaknya Tewas Ditembak

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Insiden penembakan yang terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018) malam itu, membuat keluarga Letnan Kolonel (Letkol) Dono Kuspriyanto terpukul saat mengetahuinya.

Rabu (26/12/2018) dini hari, tepat pukul 02.00 WIB, adik kandung Letkol Dono, Dikyo didatangi beberapa anggota dari Polisi Militer (Pom) Bogor.

Mereka mengabarkan bahwa kakaknya itu berada di Rumah Sakit Polri Kramatjati dalam keadaan meninggal dunia.

“Saya dapat kabar jam 2 malam, ada teman dari Denpom Bogor datang ke rumah,” kata Dikyo, usai menghadiri pemakaman Letkol Dono, di Taman Makam Pahlawan, Dreded, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018).

Dikyo menceritakan, di hari kejadian itu, ia bersama Dono sempat menghabiskan waktu berdua dari sore hingga selepas magrib. Dono kemudian berpamitan karena ingin buru-buru berangkat ke Jakarta.

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaSejumlah anggota TNI membawa foto dan peti jenazah Letkol Cpm Dono Kuspriyanto saat prosesi upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dreded, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018).KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH

Namun dalam proses perjalanan ke Jakarta, sambung Dikyo, sang kakak mampir terlebih dulu ke tempat temannya di Bogor.

“Dari sore, jam 3 sampai habis maghrib masih sama saya. Tidak ada bahasa a, b, c. Tdak ada tanda tanda. Tahu-tahu jam 2 malam saya dapat kabar, kakak saya meninggal dan jenazahnya dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi,” ungkap Dickyo.

Bagi Dikyo, Dono adalah kakak yang baik. Sosoknya selalu menjadi panutan di dalam keluarga.

Dono, kata Dikyo, adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1987. Ia satu angkatan dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, atau jika di kepolisian seangkatan dengan Jenderal Polisi Tito Karnivian.

“Kami sekeluarga ada lima orang. Tapi dari itu, tinggal dua. Jadi tinggal saya sama almarhum saja,” tuturnya.

Dia berharap, kasus penembakan terhadap kakaknya itu bisa diungkap sejelas-jelasnya.

Meski keluarga menganggap kejadian itu adalah musibah, tapi hukum harus ditegakkan.

“Mudah-mudahan siapa saja pelakunya diungkap. Saya yakin, pelakunya tidak hanya satu orang. Karena kejadian yang saya dengar ada dua kendaraan roda dua,” sebut dia.

Penulis: Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi Bempah

Editor: Farid Assifa

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: